<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Magnet &#187; Programming dan Framework</title>
	<atom:link href="http://artikel.magnet-id.com/category/programming-dan-framework/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikel.magnet-id.com</link>
	<description>Kumpulan Panduan, Tutorial dan Informasi Magnet</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 12:50:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Django, Nginx dan Apache mod_wsgi di Ubuntu</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/django-nginx-dan-apache-mod_wsgi-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/django-nginx-dan-apache-mod_wsgi-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 17:19:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Programming dan Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Apache]]></category>
		<category><![CDATA[Django]]></category>
		<category><![CDATA[Nginx]]></category>
		<category><![CDATA[Python]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini akan memberikan panduan untuk menjalankan aplikasi Django anda dengan menggunakan front end Nginx Web Server untuk file statik dengan upstream Apache dan mod_wsgi untuk menjalankan script python pada mesin Ubuntu 9.04 64 bit yang dapat anda miliki melalui Layanan VPS Magnet Hosting.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini akan memberikan panduan untuk menjalankan aplikasi Django anda dengan menggunakan front end Nginx Web Server untuk file statik dengan upstream Apache dan mod_wsgi untuk menjalankan script python pada mesin Ubuntu 9.04 64 bit yang dapat anda miliki melalui Layanan VPS Magnet Hosting.</p>
<p><span id="more-902"></span></p>
<p><strong>Mengapa Nginx Web Server?</strong></p>
<p>Nginx Web Server sangat powerful dan jauh lebih hemat RAM dibandingkan Apache ketika melayani file statik seperti file gambar atau pun html, oleh sebab itu Nginx menjadi preferensi bagi website / aplikasi dengan traffic / load tinggi, baik berjalan sendiri maupun dipadukan dengan web server lain seperti Apache.</p>
<p><strong>Mengapa Apache mod_wsgi?</strong></p>
<p>Mod_wsgi memiliki overhead sampai dengan 50% lebih ringan dibandingkan mod_python, dan jauh lebih ringan dibandingkan CGI untuk menjalankan script python pada Web Server Apache. Dokumentasi teknis mengenai benchmark ini dapat dipelajari lebih lanjut di <a  href="http://code.google.com/p/modwsgi/wiki/PerformanceEstimates" target="_blank">http://code.google.com/p/modwsgi/wiki/PerformanceEstimates</a>. Atau melalui link berikut untuk perbandingan di aplikasi yang sudah berjalan <a  href="http://collingrady.wordpress.com/2009/01/06/mod_python-versus-mod_wsgi/" target="_blank">http://collingrady.wordpress.com/2009/01/06/mod_python-versus-mod_wsgi/</a>.</p>
<p><strong>Mengapa Ubuntu?</strong></p>
<p>Ubuntu apabila dibandingkan dengan distribusi linux lainnya memiliki kompilasi paket yang lebih maju, sebagai ilustrasi, versi python pada Ubuntu 9.04 adalah Python 2.6.2, sementara pada CentOS 5.3 memiliki versi Python 2.4.3. Hal ini merupakan salah satu alasan untuk menggunakan Ubuntu apabila anda membutuhkan dukungan Python dengan versi lebih baru. Karena pada semua distribusi Linux Python merupakan core software yang sangat sulit (atau tidak bisa) untuk diupgrade secara manual. Namun demikian, Django mendukung Python 2.3.x (dukungan terhadap Python 2.3.x akan ditarik oleh Django dalam waktu dekat) sehingga tetap tidak menjadi masalah apabila anda menggunakan CentOS untuk mendeploy aplikasi anda.</p>
<p><strong>Update Ubuntu</strong></p>
<p>Masukkan repository universe pada sources.list anda.</p>
<pre class="brush: bash">sudo nano /etc/apt/sources.list</pre>
<p>Sesuaikan dengan isi file anda, seperti contoh berikut;</p>
<pre>deb http://ubuntu.indika.net.id jaunty main universe
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu jaunty-security main universe</pre>
<p>Update Ubuntu</p>
<pre class="brush: bash">sudo aptitude update</pre>
<p><strong>Instalasi Build Essential</strong></p>
<pre class="brush: bash">sudo aptitude install build-essential</pre>
<p><strong>Instalasi Apache dan mod_wsgi</strong></p>
<pre class="brush: bash">sudo aptitude install apache2 apache2.2-common apache2-mpm-worker apache2-threaded-dev libapache2-mod-wsgi python-dev</pre>
<p><strong>Konfigurasi Apache</strong></p>
<p>Sesuaikan direktif timeout dan matikan KeepAlive</p>
<pre class="brush: bash">sudo nano /etc/apache2/apache2.conf</pre>
<pre>Timeout 60
KeepAlive Off</pre>
<p>Modifikasi konfigurasi security di conf.d (opsional)</p>
<pre class="brush: bash">sudo nano /etc/apache2/conf.d/security</pre>
<pre>ServerTokens Prod
ServerSignature Off
TraceEnable Off</pre>
<p>Restart Apache</p>
<pre class="brush: bash">sudo apache2ctl graceful</pre>
<p>Hapus default site bawaan dari instalasi awal</p>
<pre class="brush: bash">sudo a2dissite 000-default</pre>
<p>Ubah port listening dan port virtual host Apache menjadi 8080, Nginx yang akan melayani port 80, sementara request untuk script Python akan di proxy ke port 8080 (Apache);</p>
<pre class="brush: bash">sudo nano /etc/apache2/ports.conf</pre>
<pre>NameVirtualHost *:8080
Listen 8080</pre>
<p>Restart Apache</p>
<pre class="brush: bash">sudo apache2ctl graceful</pre>
<p><strong>Instalasi Nginx</strong></p>
<pre class="brush: bash">sudo aptitude install nginx</pre>
<p>Instalasi dengan menggunakan aptitude akan membuat file konfigurasi berada di /etc/nginx. Pada Ubuntu 9.04, versi Nginx yang digunakan adalah 0.6.35, sementara versi stable terbaru pada saat tulisan ini dibuat adalah 0.7.61, anda bisa melakukan kompilasi sendiri apabila anda membutuhkan Nginx dengan versi yang lebih baru.</p>
<p>Start Nginx</p>
<pre class="brush: bash">sudo /etc/init.d/nginx start</pre>
<p>Hapus konfigurasi default virtual host dari Nginx</p>
<pre class="brush: bash">sudo rm -f /etc/nginx/sites-enabled/default</pre>
<p>Layout Nginx hasil instalasi ini mirip dengan Apache, untuk Virtual Host anda akan memiliki dua direktori yaitu sites-available dan sites-enabled, di dalam sites-enabled (seperti halnya Apache di Ubuntu) berisi symbolic link ke file yang berada di dalam sites-available. File konfigurasi virtual host sites-enabled ini yang nantinya akan ikut dipanggil ketika Nginx dijalankan.</p>
<p>Sesuaikan konfigurasi utama Nginx</p>
<pre class="brush: bash">sudo nano /etc/nginx/nginx.conf</pre>
<p>di root konfigurasi</p>
<pre>worker_processes  4;     &lt;--- sesuaikan dengan jumlah core di dalam server anda</pre>
<p>di dalam http {}</p>
<pre>keepalive_timeout  2;
tcp_nopush on;

gzip_comp_level 2;
gzip_proxied any;
gzip_types text/plain text/html text/css application/x-javascript text/xml application/xml application/xml+rss text/javascript;</pre>
<p>Buat file proxy.conf yang akan dipanggil oleh konfigurasi Virtual Host Nginx.</p>
<pre class="brush: bash">sudo nano /etc/nginx/proxy.conf</pre>
<pre>proxy_redirect              off;
proxy_set_header            Host $host;
proxy_set_header            X-Real-IP $remote_addr;
proxy_set_header            X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
client_max_body_size        10m;
client_body_buffer_size     128k;
proxy_connect_timeout       90;
proxy_send_timeout          90;
proxy_read_timeout          90;
proxy_buffer_size           4k;
proxy_buffers               4 32k;
proxy_busy_buffers_size     64k;
proxy_temp_file_write_size  64k;</pre>
<p>Restart Nginx</p>
<pre class="brush: bash">sudo /etc/init.d/nginx restart</pre>
<p><strong>Instalasi Subversion</strong></p>
<p>Kita membutuhkan subversion karena Django yang akan kita gunakan adalah versi SVN.</p>
<pre class="brush: bash">sudo aptitude install subversion</pre>
<p><strong>Instalasi Django</strong></p>
<p>Pada Python 2.6 di Ubuntu, modul tambahan tidak lagi di letakkan di sites-package, melainkan di dist-packages, hal ini mungkin akan membingungkan bagi anda yang terbiasa menggunakan Python ver 2.5 ke bawah.</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/lib/python2.6/dist-packages
sudo svn co http://code.djangoproject.com/svn/django/tags/releases/1.0.2/django django
sudo ln -s /usr/lib/python2.6/dist-packages/django/bin/django-admin.py /usr/local/bin/django-admin.py</pre>
<p><strong>Menyiapkan Virtual Host</strong></p>
<p>Layout direktori berikut dapat disesuaikan dengan selera kita, pada intinya kita akan menyiapkan direktori untuk Nginx (Media Files), Apache (handler WSGI) dan untuk aplikasi Django kita yang dibuat melalui django-admin.py startproject &lt;namaproject&gt;. Sesuaikan semua keterangan di dalam &lt;keterangan&gt; dengan kondisi anda.</p>
<pre>cd ~
mkdir /home/&lt;username&gt;/public_html
mkdir -p /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;
mkdir -p /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/private
mkdir -p /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/logs</pre>
<p>Aplikasi Django kita akan berada di dalam /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;</p>
<p>Berikan permission kepada web server (baik Nginx maupun Apache akan berjalan sebagai user www-data), tambahkan username kita atau yang akan digunakan ke dalam group web server / www-data</p>
<pre>sudo usermod -a -G www-data &lt;username&gt;</pre>
<p>Ubah group ownership dari layout direktori dan berikan permission yang sesuai seperti contoh berikut;</p>
<pre>sudo chgrp -R www-data /home/&lt;username&gt;/public_html
sudo chmod -R 2750 /home/&lt;username&gt;/public_html
sudo chmod -R 2770 /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/private</pre>
<p><strong>Instalasi Aplikasi Django</strong></p>
<p>Start Django project, atau pindahkan file anda apabila sudah ada</p>
<pre>cd /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;
django-admin.py startproject &lt;django_project_name&gt;</pre>
<p>Buat file .wsgi yang akan dipanggil oleh Apache mod_wsgi</p>
<pre>mkdir -p /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;/apache
cd /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;/apache
sudo nano &lt;django project name&gt;.wsgi</pre>
<pre>import os, sys

apache_configuration= os.path.dirname(__file__)
project = os.path.dirname(apache_configuration)
workspace = os.path.dirname(project)
sys.path.append(workspace) 

sys.path.append('/usr/lib/python2.6/dist-packages/django/')
sys.path.append('/home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;')

os.environ['DJANGO_SETTINGS_MODULE'] = '&lt;django project name&gt;.settings'
import django.core.handlers.wsgi
application = django.core.handlers.wsgi.WSGIHandler()</pre>
<p>Buat symbolic link untuk file media interface admin</p>
<pre>sudo ln -s /usr/lib/python2.6/dist-packages/django/contrib/admin/media /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;/media/admin]</pre>
<p>Sesuaikan settings.py untuk Django Project anda</p>
<pre class="brush: bash">sudo nano settings.py</pre>
<pre>ADMIN_MEDIA_PREFIX = '/media/admin/'
.
.
.
MIDDLEWARE_CLASSES = (
'django.middleware.http.SetRemoteAddrFromForwardedFor',
)</pre>
<p><strong>Virtual Host Nginx</strong></p>
<pre>sudo nano /etc/nginx/sites-available/&lt;namadomainanda.com&gt;</pre>
<pre>upstream backend {
 server 127.0.0.1:8080;
}

server {
 listen   &lt;ip.address.anda&gt;:80;
 server_name www.&lt;domain name&gt; &lt;domain name&gt;;

 access_log /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/logs/nginx_access.log;
 error_log /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/logs/nginx_error.log;

 location / {
 proxy_pass  http://backend;
 include     /etc/nginx/proxy.conf;
 }

 location  /media/ {
 root /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;/;
 }
}</pre>
<p>Aktifkan konfigurasi Virtual Host tersebut dan restart Nginx</p>
<pre>sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/&lt;domain name&gt; /etc/nginx/sites-enabled/&lt;domain name&gt;
sudo /etc/init.d/nginx restart</pre>
<p><strong>Virtual Host Apache</strong></p>
<pre>sudo nano /etc/apache2/sites-available/&lt;domain name&gt;</pre>
<pre>&lt;VirtualHost *:8080&gt;
 #Basic setup
 ServerAdmin &lt;admin email&gt;
 ServerName www.&lt;domain name&gt;
 ServerAlias &lt;domain name&gt;

 &lt;Directory /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;/apache/&gt;
 Order deny,allow
 Allow from all
 &lt;/Directory&gt;

 LogLevel warn
 ErrorLog  /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/logs/apache_error.log
 CustomLog /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/logs/apache_access.log combined

 WSGIDaemonProcess &lt;domain name&gt; user=www-data group=www-data threads=25
 WSGIProcessGroup &lt;domain name&gt;

 WSGIScriptAlias / /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;/apache/&lt;django project name&gt;.wsgi
&lt;/VirtualHost&gt;</pre>
<p>Aktifkan konfigurasi tersebut dan restart Apache</p>
<pre>sudo a2ensite &lt;domain name&gt;
sudo /etc/init.d/apache2 reload</pre>
<p><strong>Reload WSGI Daemon Mode</strong></p>
<p>Konfigurasi di atas akan menjalankan mod_wsgi dalam moda Daemon, dengan demikian apabila anda melakukan perubahan script, silahkan di touch file .wsgi nya agar group proses wsgi akan direload ulang, dengan demikian anda tidak perlu mereload / restart Apache setiap terjadi perubahan script.</p>
<pre>sudo touch /home/&lt;username&gt;/public_html/&lt;domain name&gt;/&lt;django project name&gt;/apache/&lt;djangoproject&gt;.wsgi</pre>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ul>
<li><a  href="http://www.meppum.com/2009/jan/17/installing-django-ubuntu-intrepid/" target="_blank">http://www.meppum.com/2009/jan/17/installing-django-ubuntu-intrepid/</a></li>
<li><a  href="http://code.google.com/p/modwsgi/">http://code.google.com/p/modwsgi/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/django-nginx-dan-apache-mod_wsgi-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Phusion Passenger Sebagai Modul Nginx</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/instalasi-phusion-passenger-sebagai-modul-nginx/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/instalasi-phusion-passenger-sebagai-modul-nginx/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 10:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Programming dan Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Nginx]]></category>
		<category><![CDATA[RoR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Phusion Passenger atau mod_rails atau mod_rack juga dapat diinstal sebagai modul Nginx, apabila anda menggunakan Nginx sebagai web server untuk aplikasi Ruby on Rails yang sedang anda kembangkan.
Instalasi akan dilakukan pada mesin dengan Operating System CentOS 64 bit, sebagai contoh kasus adalah VPS yang disediakan oleh Magnet Hosting. Harus diperhatikan bahwa langkah berikut dilakukan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Phusion Passenger atau mod_rails atau mod_rack juga dapat diinstal sebagai modul Nginx, apabila anda menggunakan Nginx sebagai web server untuk aplikasi Ruby on Rails yang sedang anda kembangkan.</p>
<p><span id="more-851"></span>Instalasi akan dilakukan pada mesin dengan Operating System CentOS 64 bit, sebagai contoh kasus adalah VPS yang disediakan oleh Magnet Hosting. Harus diperhatikan bahwa langkah berikut dilakukan pada system yang telah memilki instalasi dan konfigurasi Nginx yang telah berjalan dengan baik.</p>
<p><strong>Instalasi Ruby</strong></p>
<p>Berikut software package ruby yang harus diinstall terlebih dahulu;</p>
<pre class="brush: bash">yum install -y ruby ruby-devel rdoc</pre>
<p>Kemudian lakukan kompilasi Ruby Gems dari Rubyforge.</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/src/
wget wget http://www.magnet-id.com/download/framework/ror/rubygems/rubygems-1.3.3.tgz
tar xzvf rubygems-1.3.3.tgz
cd rubygems-1.3.3
ruby setup.rb</pre>
<p>Juga lakukan instalasi rake dan fastthread</p>
<pre class="brush: bash">gem install rake
gem install fastthread</pre>
<p><strong>Instalasi Passenger</strong></p>
<p>Download source file passenger</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/src/
wget http://www.magnet-id.com/download/Apache/passenger-2.2.2.tar.gz
tar xzvf passenger-2.2.2.tar.gz
cd passenger-2.2.2
./bin/passenger-install-nginx-module</pre>
<p>Script diatas akan memandu proses instalasi modul passenger, apabila nginx anda disetup dan dikonfigurasi berdasarkan panduan yang ada di <a  title="Instalasi Nginx" href="http://artikel.magnet-id.com/knowledge-base/vps-knowledge-base/nginx-mysql-php-di-centos-52-64-bit/" target="_blank">http://artikel.magnet-id.com/knowledge-base/vps-knowledge-base/nginx-mysql-php-di-centos-52-64-bit/</a>,  silahkan ikuti langkah berikut;</p>
<pre class="brush: bash">Automatically download and install Nginx?
...

Do you want this installer to download, compile and install Nginx for you?

1. Yes: download, compile and install Nginx for me. (recommended)
...
2. No: I want to customize my Nginx installation. (for advanced users)
...
Whichever you choose, if you already have an existing Nginx configuration file,
then it will be preserved.</pre>
<p>Pilih no.2 pada pertanyaan di atas; panduan instalasi akan dilanjutkan, silahkan perhatikan jawaban yang sudah dimasukkan ke dalam teks berikut, sesuai dengan artikel instalasi Nginx;</p>
<pre class="brush: bash">Where is your Nginx source code located?
Please specify the directory: /usr/local/src/nginx-0.6.36

Where do you want to install Nginx to?
Please specify a prefix directory [/opt/nginx]: /usr/local/nginx
--------------------------------------------
Extra Nginx configure options

If you want to pass extra arguments to the Nginx &#039;configure&#039; script, then
please specify them. If not, then specify nothing and press Enter.

If you specify nothing then the &#039;configure&#039; script will be run as follows:

./configure --prefix=&#039;/usr/local/nginx&#039; --add-module=&#039;/usr/src/passenger-2.2.2/ext/nginx&#039;

Extra arguments to pass to configure script: --pid-path=/usr/local/nginx/logs/nginx.pid --sbin-path=/usr/local/sbin/nginx --with-md5=/usr/lib --with-sha1=/usr/lib --with-http_ssl_module  --with-http_dav_module --without-mail_pop3_module --without-mail_imap_module --without-mail_smtp_module

--------------------------------------------</pre>
<p>Apabila kompilasi ulang berhasil, anda akan mendapatkan pesan berikut;</p>
<pre>Nginx with Passenger support was successfully installed.

Please edit your Nginx configuration file (probably /usr/local/nginx/conf/nginx.conf),
and set the passenger_root and passenger_ruby configuration options in the
'http' block, like this:

  http {
      ...
      passenger_root /usr/src/passenger-2.2.2;
      passenger_ruby /usr/bin/ruby;
      ...
  }</pre>
<p><strong>Konfigurasi Nginx</strong></p>
<p>Untuk mengaktifkan passenger, silahkan tambahkan direktif</p>
<pre>      passenger_root /usr/src/passenger-2.2.2;
      passenger_ruby /usr/bin/ruby;</pre>
<p>Di dalam tag http {}</p>
<p>Kemudian di dalam direktif server {} silahkan ditambahkan</p>
<pre>root /somewhere/public;   # &lt;--- be sure to point to 'public'!
passenger_enabled on;</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/instalasi-phusion-passenger-sebagai-modul-nginx/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Phusion Passenger Pada Mesin cPanel</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/instalasi-phusion-passenger-pada-mesin-cpanel/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/instalasi-phusion-passenger-pada-mesin-cpanel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 21:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[Programming dan Framework]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[Passenger]]></category>
		<category><![CDATA[Ruby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[Phusion Passenger atau mod_rails atau mod_rack merupakan modul untuk Apache HTTP Server dan Nginx untuk mendeploy aplikasi Ruby, termasuk aplikasi yang dikembangkan menggunakan Framework Ruby on Rails. Artikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah untuk melakukan instalasi Phusion Passenger pada mesin cPanel anda.


Mesin cPanel menggunakan Apache sebagai HTTP Server, sebelum melakukan instalasi, pastikan bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Phusion Passenger atau mod_rails atau mod_rack merupakan modul untuk Apache HTTP Server dan Nginx untuk mendeploy aplikasi Ruby, termasuk aplikasi yang dikembangkan menggunakan Framework Ruby on Rails. Artikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah untuk melakukan instalasi Phusion Passenger pada mesin cPanel anda.</p>
<p><span id="more-844"></span></p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/05/passenger-rails.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-844" title="passenger-rails"><img class="aligncenter size-full wp-image-847" title="passenger-rails" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/05/passenger-rails.jpg" alt="passenger-rails" width="438" height="215" /></a></p>
<p>Mesin cPanel menggunakan Apache sebagai HTTP Server, sebelum melakukan instalasi, pastikan bahwa versi Apache yang digunakan oleh cpanel anda adalah versi 2.x. Hal ini dapat dilakukan melalui fasilitas easyapache di WHM, apabila belum, silahkan lakukan upgrade melalui fasilitas yang disediakan oleh easyapache.</p>
<p>cPanel sebenarnya telah mendukung aplikasi Ruby dan RoR dengan menggunakan Mongrel. Namun Phusion Passenger yang dapat dijalankan sebagai modul Apache menawarkan kelebihan yang dapat anda pelajari lebih lanjut di situs http://www.modrails.com/.</p>
<p><strong>Instalasi Ruby dan Ruby on Rails<br />
</strong></p>
<p>Lakukan instalasi Ruby dan Ruby on Rails terlebih dahulu.</p>
<pre class="brush: bash">/scripts/installruby
/usr/local/cpanel/bin/ror_setup</pre>
<p><strong>Instalasi Phusion Passenger</strong></p>
<pre class="brush: bash">gem install passenger
cd /usr/local/bin/
ln -s /usr/local/apache/bin/apxs
ln -s /usr/local/apache/include/ /usr/include/apr-1
export APR_CONFIG=/usr/local/apache/bin/apr-1-config
export APU_CONFIG=/usr/local/apache/bin/apu-1-config</pre>
<p>Install Passenger sebagai modul Apache;</p>
<pre class="brush: bash">passenger-install-apache2-module</pre>
<p><strong>Konfigurasi Apache<br />
</strong></p>
<p>Masukkan direktif berikut pada file /usr/local/apache/conf/includes/pre_virtualhost_global.conf (buat terlebih dahulu filenya);</p>
<pre class="brush: bash">vi /usr/local/apache/conf/includes/pre_virtualhost_global.conf</pre>
<p>Masukkan;</p>
<pre>LoadModule passenger_module /usr/lib/ruby/gems/1.8/gems/passenger-2.2.2/ext/apache2/mod_passenger.so
PassengerRoot /usr/lib/ruby/gems/1.8/gems/passenger-2.2.2
PassengerRuby /usr/bin/ruby</pre>
<p>Restart httpd server cpanel</p>
<pre class="brush: bash">/scripts/restartsrv_httpd</pre>
<p>Passenger sudah terinstall sebagai modul pada Apache anda.</p>
<p><strong>Deployment Ruby on Rails Application</strong></p>
<p>Untuk menjalankan aplikasi RoR, silahkan upload aplikasi anda ke home direktori user terkait, jalankan setup dan buat ulang public_html user terkait sebagai symbolic link ke folder public aplikasi yang ingin dijalankan.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/instalasi-phusion-passenger-pada-mesin-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Ruby on Rails, Phusion Passenger dan Ruby Enterprise Edition pada Mesin cPanel</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/instalasi-ruby-on-rails-phusion-passenger-dan-ruby-enterprise-edition-pada-mesin-cpanel/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/instalasi-ruby-on-rails-phusion-passenger-dan-ruby-enterprise-edition-pada-mesin-cpanel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 11:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Programming dan Framework]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[RoR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[Hosting Control Panel cPanel sejak Versi 11, memungkinkan account yang terdapat di dalamnya mengembangkan aplikasi dengan menggunakan Ruby on Rails (RoR). Secara default instalasi RoR pada cPanel akan menggunakan Mongrel, namun melalui konfigurasi manual pengguna server dapat menggunakan Phusion Passenger yang juga dikenal sebagai mod_rails atau mod_rack dan Ruby Enterprise Edition.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hosting Control Panel cPanel sejak Versi 11, memungkinkan account yang terdapat di dalamnya mengembangkan aplikasi dengan menggunakan <strong>Ruby on Rails (RoR)</strong>. Secara default instalasi RoR pada cPanel akan menggunakan Mongrel, namun melalui konfigurasi manual pengguna server dapat menggunakan <strong>Phusion Passenger</strong> yang juga dikenal sebagai mod_rails atau mod_rack dan <strong>Ruby Enterprise Edition</strong>.</p>
<p><span id="more-712"></span></p>
<div id="attachment_716" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/01/phusion-passenger.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-712" title="phusion-passenger"><img class="size-full wp-image-716" title="phusion-passenger" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/01/phusion-passenger.jpg" alt="Phusion Passenger" width="350" height="50" /></a><p class="wp-caption-text">Phusion Passenger</p></div>
<p>Artikel berikut akan menguraikan langkah demi langkah instalasi dan konfigurasi pada sebuah mesin cPanel yang telah berjalan dengan baik di Operating System CentOS 5.2 x86_64.</p>
<p><strong>Instalasi Ruby dan RubyGems</strong></p>
<p>Pada cPanel hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan script yang disediakan;</p>
<pre class="brush: bash">/scripts/installruby
/usr/local/cpanel/bin/ror_setup</pre>
<p>Script tersebut akan melakukan instalasi Ruby, RubyGems, Mongrel dan mengaktifkan interface Ruby pada cPanel masing-masing account di dalam server anda. Script ror_setup akan melakukan setup Ruby on Rails dan akan mengaktifkan begitu sistem di start.</p>
<p><strong>Instalasi Phusion Passenger</strong></p>
<p>Jalankan perintah-perintah berikut;</p>
<pre class="brush: bash">gem install passenger
cd /usr/local/bin/
ln -s /usr/local/apache/bin/apxs
ln -s /usr/local/apache/include/ /usr/include/apr-1
export APR_CONFIG=/usr/local/apache/bin/apr-1-config
export APU_CONFIG=/usr/local/apache/bin/apu-1-config</pre>
<p>Lakukan instalasi Phusion Passenger sebagai modul Apache;</p>
<pre class="brush: bash">passenger-install-apache2-module</pre>
<p><strong>Instalasi Ruby Enterprise Edition (REE)<br />
</strong></p>
<p>Download file isntaller REE dan jalankan script installer yang disediakan; Sesuaikan keterangan versi dengan versi yang anda gunakan;</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/src/

http://www.magnet-id.com/download/framework/ror/ruby-enterprise/ruby-enterprise-1.8.6-20090113.tar.gz

tar xzvf ruby-enterprise-1.8.6-20090113.tar.gz
./ruby-enterprise-1.8.6-20090113/installer</pre>
<p>Ikuti instruksi pada saat menjalankan script installer dan pelajari keterangan yang disediakan.</p>
<p><strong>Konfigurasi Apache</strong></p>
<p>Apache kemudian harus dikonfigurasi agar menggunakan module Phusion Passenger. Edit file konfigurasi Apache anda, dan pastikan bahwa cpanel mengaktifkan penambahan konfigurasi tersebut;</p>
<pre class="brush: bash">vi /usr/local/apache/conf/httpd.conf</pre>
<p>Tambahkan baris berikut; Sesuaikan dengan folder instalasi Ruby Enterprise Edition anda;</p>
<pre>LoadModule passenger_module /opt/ruby-enterprise-1.8.6-20090113/lib/ruby/gems/1.8/gems/passenger-2.0.6/ext/apache2/mod_passenger.so
PassengerRoot /opt/ruby-enterprise-1.8.6-20090113/lib/ruby/gems/1.8/gems/passenger-2.0.6
PassengerRuby /opt/ruby-enterprise-1.8.6-20090113/bin/ruby</pre>
<p>Simpan file tersebut dan pastikan bahwa cPanel mengaktifkan tambahan tersebut.</p>
<pre class="brush: bash">/usr/local/cpanel/bin/apache_conf_distiller --update
/usr/local/cpanel/bin/build_apache_conf
/scripts/restartsrv_httpd</pre>
<p><strong>Deployment Aplikasi RoR</strong></p>
<p>Untuk mulai mengembangkan aplikasi RoR di server anda, silahkan buat user account yang memilki akses shell; Pindah ke account tersebut dengan menggunakan su.</p>
<p>Sesuaikan keterangan username dengan username yang telah anda buat melalui WHM. Dalam contoh ini kita akan membuat folder rails di dalam home direktori username.</p>
<pre class="brush: bash">su username
cd ~
mkdir rails &amp;amp;amp;amp;amp;amp;&amp;amp;amp;amp;amp;amp; cd rails
rails testapp
ln -s  /home/username/rails/testapp/public/ /home/username/public_html
exit</pre>
<p>Tambahkan konfigurasi virtual host untuk domain tersebut, sesuaikan username dan domain_name.</p>
<pre class="brush: bash">mkdir -p /usr/local/apache/conf/userdata/std/2/username/domain_name/
touch /usr/local/apache/conf/userdata/std/2/username/domain_name/rails.conf</pre>
<p>Masukkan keterangan berikut pada file rails.conf, sesuaikan dengan folder yang anda gunakan di dalam public_html;</p>
<pre>RailsBaseURI /public</pre>
<p>Panggil rails.conf tersebut di konfigurasi Virtual Host Apache milik domain terkait. Edit file httpd.conf;</p>
<pre class="brush: bash">vi /usr/local/apache/conf/httpd.conf</pre>
<p>Masukkan keterangan include di dalam tag VirtualHost domain terkait.</p>
<pre>Include "/usr/local/apache/conf/userdata/std/2/username/domain_name/*.conf"</pre>
<p>Aktifkan kedalam konfigurasi cPanel dan restart httpd;</p>
<pre class="brush: bash">/usr/local/cpanel/bin/apache_conf_distiller --update
/usr/local/cpanel/bin/build_apache_conf
/scripts/restartsrv_httpd</pre>
<p>Untuk merestart aplikasi dapat dilakukan dengan merestart Apache atau dengan membuat file restart.txt di dalam folder tmp aplikasi terkait;</p>
<pre class="brush: bash">touch /home/username/rails/testapp/tmp/restart.txt</pre>
<p>Jangan menggunakan fasilitas Ruby on Rails yang terdapat di dalam cPanel, karena hal ini akan mengaktifkan konfigurasi Mongrel di account terkait.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ul>
<li>cPanel &#8211; Ruby on Rails http://www.cpanel.net/docs/ror/index.html</li>
<li>Phusion Passenger http://www.modrails.com/</li>
<li>Ruby Enterprise Edition (REE) http://www.rubyenterpriseedition.com/</li>
<li>http://bobcares.com/index.php/blog/?p=174</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/instalasi-ruby-on-rails-phusion-passenger-dan-ruby-enterprise-edition-pada-mesin-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Django SVN dengan Apache mod Python dan MySQL pada CentOS 5.2</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/install-django-svn-dengan-apache-mod-python-dan-mysql-pada-centos-52/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/install-django-svn-dengan-apache-mod-python-dan-mysql-pada-centos-52/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 18:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Programming dan Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Apache]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Database Server]]></category>
		<category><![CDATA[Django]]></category>
		<category><![CDATA[Mysql]]></category>
		<category><![CDATA[Python]]></category>
		<category><![CDATA[Subversion]]></category>
		<category><![CDATA[Web Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=650</guid>
		<description><![CDATA[Django SVN merupakan development version dari Django, dan instalasi Django SVN akan memberikan pengaruh langsung kepada kita terhadap perkembangan Django. Metoda yang sama juga dapat anda ikuti untuk mengginstall Django dari source (tanpa SVN)



Install Apache dan Python Module
Yum package management akan secara otomatis melakukan instalasi Apache 2.2.3 melalui perintah dibawah ini;
yum install -y mod_python subversion [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Django SVN merupakan development version dari Django, dan instalasi Django SVN akan memberikan pengaruh langsung kepada kita terhadap perkembangan Django. Metoda yang sama juga dapat anda ikuti untuk mengginstall Django dari source (tanpa SVN)</p>
<p><span id="more-650"></span><br />
<strong><br />
</strong></p>
<div id="attachment_651" class="wp-caption aligncenter" style="width: 278px"><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2008/11/mod_python.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-650" title="mod_python"><img class="size-medium wp-image-651" title="mod_python" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2008/11/mod_python.gif" alt="Mod Python" width="268" height="164" /></a><p class="wp-caption-text">Mod Python</p></div>
<p><strong>Install Apache dan Python Module</strong></p>
<p>Yum package management akan secara otomatis melakukan instalasi Apache 2.2.3 melalui perintah dibawah ini;</p>
<pre class="brush: bash">yum install -y mod_python subversion wget</pre>
<p>Selain instalasi httpd dan mod_python, kita juga melakukan instalasi subversion untuk melakukan instalasi django.</p>
<p>Masukkan service httpd pada startup list; dan start service httpd;</p>
<pre class="brush: bash">chkconfig httpd on
service httpd start</pre>
<p>Pada CentOS 5.2, Python Module untuk apache akan dipanggil oleh file /etc/httpd/conf.d/python.conf</p>
<pre>#
# Mod_python is a module that embeds the Python language interpreter
# within the server, allowing Apache handlers to be written in Python.
#
LoadModule python_module modules/mod_python.so</pre>
<p><strong>Install Django SVN<br />
</strong></p>
<pre class="brush: bash">mkdir /opt/django
cd /opt/django/
svn co http://code.djangoproject.com/svn/django/trunk/</pre>
<p>Setelah proses checkout SVN selesai, maka django telah terinstall, yang harus kita lakukan kemudian adalah memberitahukan python mengenai instalasi django yang baru saja kita lakukan. Hal ini dilakukan dengan membuat symbolic link path instalasi django ke direktori site package milik Python.</p>
<pre class="brush: bash">ln -s /opt/django/trunk/django /usr/lib/python2.4/site-packages</pre>
<p>Kemudian kita membuat symbolic link django-admin.py ke dalam system CentOS agar bisa dipanggil dari direktori mana saja.</p>
<pre class="brush: bash">ln -s /opt/django/trunk/django/bin/django-admin.py /usr/local/bin/django-admin.py</pre>
<p>Tes instalasi django, jika perintah berikut tidak mengembalikan pesan error maka instalasi django anda sudah berhasil, apabila masih ada kesalahan, periksa ulang perintah untuk memasukkan path django ke dalam path site package Python.</p>
<pre>python
&gt;&gt;&gt; import django</pre>
<p><strong>Instalasi Database Server MySQL dan Python Module 1.2.2</strong></p>
<p>Ikauti langkah-langkah instalasi database server MySQL dan Python Module 1.2.2 pada artikel <a  href="http://artikel.magnet-id.com/knowledge-base/vps-knowledge-base/menggunakan-mysqldb-untuk-aplikasi-django/">http://artikel.magnet-id.com/knowledge-base/vps-knowledge-base/menggunakan-mysqldb-untuk-aplikasi-django/</a> , hal ini harus dilakukan secara manual, karena python adapter untuk MySQL dari CentOS 5.2 yum masih pada versi 1.2.1 sementara django membutuhkan versi 1.2.1p5 ke atas.</p>
<p><strong>Membuat Direktori Template dan Aplikasi</strong></p>
<p>Berbeda dengan PHP, django di deploy tanpa menempatkan source file template dan aplikasi di document root web server, django kemdian akan melakukan pemetaan URL melalui Django URL Resolver. Untuk memudahkan proses development nantinya, kita akan membuat user di luar root terlebih dahulu;</p>
<p>Install sudo</p>
<pre class="brush: bash">yum install -y wget sudo</pre>
<p>Buat username dan berikan password</p>
<pre class="brush: bash">adduser username
passwd usename</pre>
<p>Berikan akses sudo kepada user terkait</p>
<pre class="brush: bash">visudo</pre>
<p>Tambahkan baris berikut;</p>
<pre>username ALL=(ALL) ALL</pre>
<p>Save dan exit visudo</p>
<pre class="brush: bash">:wq</pre>
<p>Su ke user tersebut dan pindah ke home direktori user;</p>
<pre class="brush: bash">su username
cd ~</pre>
<p>Ubah username dengan nama user yang anda buat, buat direktori djangoapps (untuk aplikasi dan project anda nantinya) dan djangowww untuk file media dan template.</p>
<pre class="brush: bash">mkdir djangoapps
mkdir djangowww
mkdir djangowww/template
mkdir djangowww/media</pre>
<p>Buat test project;</p>
<pre class="brush: bash">cd djangoapps/
django-admin.py startproject testapp
exit</pre>
<p>Ubah permission home direktori user agar dapat diakses oleh Apache kemudian dan tidak memunculkan Forbidden 403 Error;</p>
<pre class="brush: bash">cd /home/
chmod 711 username/</pre>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Membuat Egg Cache</strong></p>
<p>Kemudian siapkan direktori untuk menyimpan Python Egg Cache dan pastikan bahwa web server memiliki hak tulis ke direktori tersebut, dalam hal ini adalah /var/cache/.</p>
<pre class="brush: bash">mkdir -p /var/cache/www/pythoneggs
chown apache /var/cache/www/pythoneggs</pre>
<p><strong>Konfigurasi Virtual Host Apache</strong></p>
<p>Pada bagian ini kita akan menambahkan sebuah virtual host di Apache, yang nantinya domain pada virtual host tersebut akan berjalan di atas aplikasi django yang akan kita kembangkan.</p>
<p>Buat konfigurasi Virtual Host di file /etc/httpd/conf.d/vhosts.conf yang akan diload oleh Apache pada saat startup.</p>
<pre class="brush: bash">vi /etc/httpd/conf.d/vhosts.conf</pre>
<p>Masukkan baris berikut, bisa ditambahkan atau dikurangi kemudian sesuai dengan kebutuhan anda; Gantikan username, tesdomain.com dan testapp dengan konfigurasi anda.</p>
<pre>NameVirtualHost *:80
&lt;VirtualHost *:80&gt;
  ServerName tesdomain.com
  DocumentRoot "/home/username/djangowww/"
  # Menambahkan www. untuk domain (optional) #
  RewriteEngine On
  RewriteCond %{HTTP_HOST} ^tesdomain\.com [NC]
  RewriteRule (.*) http://www.tesdomain.com$1 [R=301,L]
  # Django stuff #
  &lt;Location "/"&gt;
  SetHandler python-program
  PythonHandler django.core.handlers.modpython
  PythonPath "['/home/username/djangoapps/'] + sys.path"
  SetEnv DJANGO_SETTINGS_MODULE testapp.settings
  SetEnv PYTHON_EGG_CACHE "/var/cache/www/pythoneggs"
  PythonDebug On
&lt;/Location&gt;
# Static media: images, css, etc. #
&lt;Location "/media/"&gt;
  SetHandler None
&lt;/Location&gt;
&lt;/VirtualHost&gt;</pre>
<p>Save dan Exit; kemudian restart httpd;</p>
<pre class="brush: bash">:wq
service httpd restart</pre>
<p>Tes setup virtual host anda; Apabila konfigurasi virtual host apache dan django sudah dilakukan dengan benar maka akan muncul gambar seperti berikut;</p>
<div id="attachment_655" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2008/11/002-default-django.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-650" title="002-default-django"><img class="size-full wp-image-655" title="002-default-django" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2008/11/002-default-django.jpg" alt="Default Page Django" width="400" height="188" /></a><p class="wp-caption-text">Default Page Django</p></div>
<p>Aplikasi Django anda sudah siap untuk dikembangkan dengan menggunakan Apache Web Server.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ul>
<li><a  href="http://docs.djangoproject.com/en/dev/topics/install/" target="_blank">http://docs.djangoproject.com/en/dev/topics/install/</a></li>
<li><a  href="http://fosswire.com/2008/05/19/installing-mod_python-and-django-on-apache/" target="_blank">http://fosswire.com/2008/05/19/installing-mod_python-and-django-on-apache/</a></li>
<li><a  href="http://artikel.magnet-id.com/knowledge-base/vps-knowledge-base/menggunakan-mysqldb-untuk-aplikasi-django/" target="_blank">http://artikel.magnet-id.com/knowledge-base/vps-knowledge-base/menggunakan-mysqldb-untuk-aplikasi-django/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/install-django-svn-dengan-apache-mod-python-dan-mysql-pada-centos-52/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan MySQLdb untuk Aplikasi Django</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/menggunakan-mysqldb-untuk-aplikasi-django/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/menggunakan-mysqldb-untuk-aplikasi-django/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 17:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Programming dan Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Database Server]]></category>
		<category><![CDATA[Django]]></category>
		<category><![CDATA[Mysql]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi django dapat berinteraksi dengan beberapa database server melalui module python terpisah, tulisan ini akan memandu anda untuk menggunakan database MySQL sebagai database server.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aplikasi django dapat berinteraksi dengan beberapa database server melalui module python terpisah, tulisan ini akan memandu anda untuk menggunakan database MySQL sebagai database server.</p>
<p><span id="more-436"></span></p>
<p>Django rilis stabil saat ini (0.96.2) mengharuskan anda untuk melakukan instalasi / kompulasi MySQLdb python module ver. 1.2.2 secara manual karena paket yang disediakan oleh yum package management baru pada versi 1.2.1 sementara yang dibutuhkan adalah versi 1.2.1p2 ke atas.</p>
<p><strong>Instalasi Paket yang dibutuhkan</strong></p>
<p>Beberapa paket development dibutuhkan untuk instalasi MySQLdb python module secara manual di langkah berikutnya.</p>
<pre class="brush: bash">yum install mysql mysql-server mysql-devel python-devel gcc cpp zlib-devel openssl-devel -y</pre>
<p>Jalankan service MySQL dan masukkan ke dalam daftar service yang dimulai ketika mesin anda di reboot.</p>
<pre class="brush: bash">service mysqld start
chkconfig --levels 235 mysqld on
mysql_secure_installation</pre>
<p>Create database yang ingin anda gunakan, create user untuk database tersebut apabila diperlukan.</p>
<pre>mysql -u root -p
mysql&gt;create database namadatabase;
mysql&gt;quit</pre>
<p><strong>Instalasi MySQLdb Python Module 1.2.2</strong></p>
<p>Hal ini dilakukan karena adapter database mysql untuk Django mengharuskan anda menggunakan MySQLdb versi 1.2.1p2 ke atas sementara versi instalasi melalui yum adalah 1.2.1. Cara lain adalah dengan menggunakan adapter mysql_old pada DATABASE_ENGINE namun hal ini tidak dianjurkan.</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/local/src/
wget http://www.magnet-id.com/download/mysql/mysql-python/MySQL-python-1.2.2.tar.gz
tar xzvf MySQL-python-1.2.2.tar.gz
cd MySQL-python-1.2.2

python setup.py build
python setup.py install

service mysqld restart</pre>
<p>Edit settings.py pada project anda;</p>
<pre class="brush: bash">su username
cd /home/username/procect/yourprojectname/

vi settings.py</pre>
<p>Edit / modifikasi dan sesuaikan direktif berikut;</p>
<pre>DATABASE_ENGINE = 'mysql'           # 'postgresql_psycopg2', 'postgresql', 'mysql', 'sqlite3' or 'ado_mssql'.
DATABASE_NAME = 'namadatabase'             # Or path to database file if using sqlite3.
DATABASE_USER = 'userdatabase'             # Not used with sqlite3.
DATABASE_PASSWORD = 'passworddatabase'         # Not used with sqlite3.
DATABASE_HOST = ''             # Set to empty string for localhost. Not used with sqlite3.
DATABASE_PORT = ''             # Set to empty string for default. Not used with sqlite3.</pre>
<pre class="brush: bash">python manage.py syncdb</pre>
<p>Apabila perintah tersebut dijalankan pertama kali maka anda akan diminta untuk membuat superuser fasilitas administrasi django, isi keterangan yang diminta dan ikuti langkah demi langkah setup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/menggunakan-mysqldb-untuk-aplikasi-django/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Django Framework dari Source</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/programming-dan-framework/instalasi-django-framework-dari-source/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/programming-dan-framework/instalasi-django-framework-dari-source/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 20:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming dan Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Django]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[Subversion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Instalasi Django Framework http://www.djangoproject.com pada VPS anda sangat mudah untuk dilakukan, berikut adalah contoh instalasi pada VPS Magnet dengan CentOS 5.2 base install 64 bit melalui source (Official Version 0.96.2), kunjungi situs django untuk informasi rilis terbaru. Anda juga dapat melakukan instalasi rilis development melalui subversion, namun tidak dibahas pada artikel berikut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_430" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-430" title="hdr_logo" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2008/08/hdr_logo.gif" alt="Django Framework" width="200" height="80" /><p class="wp-caption-text">Django Framework</p></div>
<p>Instalasi <a  title="Django Framework " href="http://www.djangoproject.com" target="_blank">Django Framework http://www.djangoproject.com</a> pada VPS anda sangat mudah untuk dilakukan, berikut adalah contoh instalasi pada <a  title="VPS Magnet" href="http://www.magnet-id.com/vps/" target="_blank">VPS Magnet</a> dengan CentOS 5.2 base install 64 bit melalui source (Official Version 0.96.2), kunjungi situs django untuk informasi rilis terbaru. Anda juga dapat melakukan instalasi rilis development melalui subversion, namun tidak dibahas pada artikel berikut.</p>
<p><span id="more-426"></span></p>
<p>Fasilitas komentar untuk artikel ini dimatikan, feedback dan error yang anda dapatkan saat menjalankan langkah-langkah yang diuraikan disini silahkan diutarakan melalui <a  title="Forum Magnet Hosting" href="http://forum.magnet-id.com/" target="_blank">Forum Magnet http://forum.magnet-id.com/</a>.</p>
<p><strong>Instal paket yang dibutuhkan</strong></p>
<pre class="brush: bash">yum install -y wget sudo</pre>
<p>Tambahkan username dan berikan wewenang sudo untuk username tersebut, gantikan username dengan username yang ingin anda gunakan;</p>
<pre class="brush: bash">adduser username
passwd username</pre>
<p>Berikan akses sudo ke username tersebut;</p>
<pre class="brush: bash">visudo</pre>
<p>Tambahkan entry berikut;</p>
<blockquote><p>username   ALL=(ALL)       ALL</p></blockquote>
<p>Save dan Exit</p>
<pre class="brush: bash">:wq</pre>
<p><strong>Instalasi Django Framework</strong></p>
<pre class="brush: bash">su username
cd /home/username/</pre>
<pre class="brush: bash">wget http://www.magnet-id.com/download/framework/django/Django-0.96.2.tar.gz
tar xzfv Django-0.96.2.tar.gz
cd Django-0.96.2
sudo python setup.py install</pre>
<p>Buat project pertama anda (misalkan projectsatu) di dalam direktori project;</p>
<pre class="brush: bash">mkdir /home/username/project/
cd /home/username/project/
django-admin.py startproject projectsatu</pre>
<p>Di dalam direktori project anda akan terbuat direktori project satu yang berisi file-file berikut;</p>
<pre>projectsatu/
__init__.py
__init__.pyc
manage.py
settings.py
settings.pyc
urls.py
urls.pyc</pre>
<p><strong>Development Server</strong></p>
<p>Jalankan development web server django untuk melakukan pengetesan instalasi anda misalkan pada port 8080, gantikan keterangan IP Address dengan IP Address dedicated yang anda miliki.</p>
<pre>python manage.py runserver 117.103.57.xxx:8080
Validating models...
0 errors found.</pre>
<pre>Django version 0.96.2, using settings 'projectsatu.settings'
Development server is running at http://117.103.57.xxx:8080/
Quit the server with CONTROL-C.</pre>
<p>Buka IP Address dan port tersebut pada browser anda, apabila instalasi telah sukses dilakukan anda akan dissambut oleh halaman default development server django framework project anda.</p>
<div id="attachment_427" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-427" title="develpmentserver-django" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2008/08/develpmentserver-django.jpg" alt="Development Server Default Page Django Framework" width="500" height="261" /><p class="wp-caption-text">Development Server Default Page Django Framework</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/programming-dan-framework/instalasi-django-framework-dari-source/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
