<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Magnet</title>
	<atom:link href="http://artikel.magnet-id.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikel.magnet-id.com</link>
	<description>Kumpulan Panduan, Tutorial dan Informasi Magnet</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Sep 2011 00:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Implementasi Nginx dengan Apache Backend</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/implementasi-nginx-dengan-apache-backend/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/implementasi-nginx-dengan-apache-backend/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 00:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Apache]]></category>
		<category><![CDATA[Nginx]]></category>
		<category><![CDATA[Web Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1573</guid>
		<description><![CDATA[Utilisasi Web Server Nginx yang sangat tangguh mengatasi konten statik seperti file gambar dapat dilakukan dengan tetap menggunaan Apache sebagai backend yang menhandle semua request lain. Dengan demikian kita tetap bisa menggunakan rewrite dari Apache tanpa harus melakukan modifikasi di file konfigurasi Nginx.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Utilisasi Web Server Nginx yang sangat tangguh mengatasi konten statik seperti file gambar dapat dilakukan dengan tetap menggunaan Apache sebagai backend yang menhandle semua request lain. Dengan demikian kita tetap bisa menggunakan rewrite dari Apache tanpa harus melakukan modifikasi di file konfigurasi Nginx.</p>
<p><span id="more-1573"></span>Artikel ini akan memberikan panduan untuk melakukan implementasi Nginx Frontend dengan Apache Backend, pada tahapan ini diasumsikan bahwa anda telah dapat melakukan instalasi dan konfigurasi awal baik untuk Nginx maupun untuk Apache.</p>
<p>Artikel ini dilakukan pada server CentOS 64 bit, apabila anda menggunakan server dengan distribusi yang berbeda, harap diperhatikan perbedaan path dan perintah.</p>
<h2>Setup</h2>
<p>Nginx akan melayani request http terhadap domain terkait, dengan demikian entry pada Name Server diarahkan ke IP Address yang disetup di Virtual Host Nginx. Pada contoh kasus di artikel ini, konfigurasi virtual host nginx akan menggunakan ip publik dengan port 80, sementara apache akan menggunakan ip localhost pada port 8080.</p>
<p>Untuk beberapa kepentingan seperti log apache yang membutuhkan IP Address pengunjung dan bukan IP Address Nginx, kita akan menggunakan modul Apache rpaf yang informasi lebih lanjutnya dapat anda akses mealalui situs <a  href="http://stderr.net/apache/rpaf/" target="_blank">http://stderr.net/apache/rpaf/</a>.</p>
<p>Lakukan instalasi Modul Apache rpaf;</p>
<pre class="brush: bash">yum install -y httpd-devel.x86_64
cd /usr/src/
wget http://stderr.net/apache/rpaf/download/mod_rpaf-0.6.tar.gz
tar xzf mod_rpaf-0.6.tar.gz
/usr/sbin/apxs -i -c -n mod_rpaf-2.0.so mod_rpaf-2.0.c</pre>
<p>Pastikan bahwa mod_rpaf-2.0.so sudah ada di dalam direktori /etc/httpd/modules/ kemudian edit file httpd.conf agar meload mod_rpaf ketika httpd dinyalakan;</p>
<pre class="brush: bash">vi /etc/httpd/conf/httpd.conf
# Tambahkan baris berikut
LoadModule rpaf_module modules/mod_rpaf-2.0.so</pre>
<p>Apache harus direstart untuk mengaktifkan perubahan terkait, /etc/init.d/httpd restart</p>
<h2>Konfigurasi Virtual Host Nginx</h2>
<p>Buat direktif server {} di dalam file konfigurasi Nginx, dalam hal ini adalah /usr/local/nginx/conf/nginx.conf, posisi konfigurasi virtual host Nginx akan tergantung kepada konfigurasi awal yang anda miliki.</p>
<pre>    server {
        listen       ip.publik.anda:80;
        server_name  domain.com www.domain.com;

        access_log  logs/domain.com-nginx-access.log  main;

        location / {
            proxy_pass         http://127.0.0.1:80/;
            proxy_redirect     off;

            proxy_set_header   Host             $host;
            proxy_set_header   X-Real-IP        $remote_addr;
            proxy_set_header   X-Forwarded-For  $proxy_add_x_forwarded_for;

            client_max_body_size       10m;
            client_body_buffer_size    128k;

            proxy_connect_timeout      90;
            proxy_send_timeout         90;
            proxy_read_timeout         90;

            proxy_buffer_size          4k;
            proxy_buffers              4 32k;
            proxy_busy_buffers_size    64k;
            proxy_temp_file_write_size 64k;
        }

        # Static files location
        location ~* ^.+.(jpg|jpeg|gif|png|ico|css|zip|tgz|gz|rar|bz2|doc|xls|exe|pdf|ppt|txt|tar|mid|midi|wav|bmp|rtf|js)$ {
            root   /path/ke/home/direktori/httpd/domain.com;
        }
    }</pre>
<p>Pada konfigurasi di atas, Nginx hanya akan melayani request terhadap file statik yang ekstensionnya disebutkan, request di luar itu akan diarahkan ke Apache yang berjalan di 127.0.0.1 Port 8080 melalui direktif proxy_pass.</p>
<p>Agar direktori logs nginx sama dengan direktori logs apache, silahkan hapus direktori logs di dalam /usr/local/nginx, dan buat symlink logs ke /var/log/httpd.</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/local/nginx/
rm -rf logs
ln -s /var/log/httpd logs</pre>
<h2>Konfigurasi Virtual Host Apache</h2>
<p>Virtual host apache tetap harus disetup, namun dengan menggunakan port 8080 dan IP Address 127.0.0.1, pastikan bahwa Apache hanya berjalan di port 8080 sehingga tidak bentrok dengan port 80 yang digunakan oleh Nginx.</p>
<pre class="brush: bash">vim /etc/httpd/conf/httpd.conf
Listen 127.0.0.1:8080</pre>
<p>Kemudian masukkan direktif virtual host untuk domain.com di file yang sama;</p>
<pre>NameVirtualHost 127.0.0.1:8080
&lt;VirtualHost 127.0.0.1:8080&gt;
 ServerAdmin email@anda.com
 ServerName domain.com
 ServerAlias www.domain.com
 DocumentRoot /var/www/html/domain.com
 RPAFenable On
 RPAFsethostname On
 RPAFproxy_ips 127.0.0.1
 RPAFheader X-Real-IP
 &lt;Directory /&gt;
 Options FollowSymLinks
 AllowOverride None
 &lt;/Directory&gt;
 &lt;Directory /var/www/html/domain.com&gt;
 Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
 AllowOverride All
 Order allow,deny
 allow from all
 &lt;/Directory&gt;
LogLevel warn
   ErrorLog logs/domain.com-error.log
   CustomLog logs/domain.com-access.log combined
 &lt;/VirtualHost&gt;</pre>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada contoh di atas konfigurasi RPAF berada di dalam direktif virtual host, apabila direktif ini tidak ada maka yang tercatat di log Apache adaah IP Address server anda sendiri, karena requestnya berasal dari Nginx (proxy) dan bukan dari user langsung.</p>
<p>Untuk impelementasi setup silahkan direstart service Nginx dan Apache.</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li>Mod rpaf untuk Apache <a  href="http://stderr.net/apache/rpaf/" target="_blank">http://stderr.net/apache/rpaf/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/implementasi-nginx-dengan-apache-backend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IP Address Dedicated untuk ProFTPD</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/ip-address-dedicated-untuk-proftpd/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/ip-address-dedicated-untuk-proftpd/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 18:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[ProFTPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1559</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan konfigurasi agar ProFTPD hanya dapat diakses dari satu buah IP Address saja. Dengan demikian Port 21 tidak terbuka di IP Address yang lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melakukan konfigurasi agar ProFTPD hanya dapat diakses dari satu buah IP Address saja. Dengan demikian Port 21 tidak terbuka di IP Address yang lain.</p>
<p><span id="more-1559"></span>Karena alasan keamanan admin server memiliki kebutuhan untuk membatasi akses port terhadap IP Address tertentu, artikel ini akan memberikan panduan untuk melakukan konfigurasi agar ProFTPD hanya membuka Port 21 di satu IP Address saja.</p>
<p>Pastikan bahwa anda mengetahui IP Address yang ingin anda kaitkan dengan service ProFTPD, dan lakukan modifikasi pada file konfigurasi ProFTPD.</p>
<pre class="brush: bash">vim /etc/proftpd.conf
#DefaultServer                  on
DefaultAddress                  ip.address.ftp.anda
SocketBindTight                 on</pre>
<p>Berikan Comment pada DefaultServer  karena direktif ini akan diabaikan oleh direktif Default Address, gantikan ip.address.ftp.anda dengan IP Address yang ingin anda gunakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/ip-address-dedicated-untuk-proftpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi dan Konfigurasi Awal CSF Stand Alone CentOS</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/instalasi-dan-konfigurasi-awal-csf-stand-alone-centos/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/instalasi-dan-konfigurasi-awal-csf-stand-alone-centos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 18:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[CSF]]></category>
		<category><![CDATA[Firewall]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1564</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan instalasi dan konfigurasi CSF pada server tanpa control panel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CSF yang berbentuk plugin untuk Control Panel cPanel membuat instalasi, konfigurasi dan administrasi / pengelolaan CSF sangat mudah untuk dilakukan, namun demikian pada banyak kasus kita tidak membutuhkan control panel dan mengandalkan semua proses tersebut pada perintah di shell.</p>
<p>Artikel ini memberikan panduan untuk melakukan instalasi dan konfigurasi awal bagi anda yang ingin mengimplementasikan CSF di server yang tidak memiliki Control Panel.</p>
<h2><span id="more-1564"></span>Instalasi</h2>
<p>Proses instalasi dapat dengan mudah dilakukan menggunakan script instalasi yang telah disediakan oleh Config Server. Sebelum menjalankan script instalasi, silahkan install terlebih dahulu modul perl yang dibutuhkan, apabila ini tidak dilakukan diawal, maka script instalasi akan memberikan pesan error dan memberikan informasi mengenai modul perl yang dibutuhkan untuk menjalankan CSF.</p>
<pre class="brush: bash">yum -y install perl-libwww-perl</pre>
<p>Kemudian download dan jalankan script instalasi;</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/local/src/
wget http://www.configserver.com/free/csf.tgz
tar -xzf csf.tgz
cd csf
sh install.sh</pre>
<p>Lakukan pengecekan apakah iptables yang terinstall di server anda dapat menjalankan semua fungsi CSF dengan baik;</p>
<pre class="brush: bash">perl /etc/csf/csftest.pl

Testing ip_tables/iptable_filter...OK
Testing ipt_LOG...OK
Testing ipt_multiport/xt_multiport...OK
Testing ipt_REJECT...OK
Testing ipt_state/xt_state...OK
Testing ipt_limit/xt_limit...OK
Testing ipt_recent...OK
Testing xt_connlimit...OK
Testing ipt_owner/xt_owner...OK
Testing iptable_nat/ipt_REDIRECT...OK
Testing iptable_nat/ipt_DNAT...OK</pre>
<p>Apabila ada error maka akan tergantung error tersebut critical atau tidak, apabila error hanya di salah satu modul pengetesan maka CSF masih bisa berjalan namun tidak semua fitur.</p>
<h2>Konfigurasi Awal</h2>
<p>Konfigurasi awal harus dilakukan sebelum anda mengaktifkan CSF, karena apabila terjadi kesalahan konfigurasi maka server anda akan terkunci dan tidak dapat diakses secara remote.</p>
<ul>
<li>Pastikan bahwa IP Address koneksi yang anda gunakan masuk ke dalam Whitelist</li>
<li>Pastikan bahwa Port service yang digunakan oleh server anda di allow oleh CSF</li>
</ul>
<p>Untuk memasukkan whitelist IP Address anda dapat mengedit file /etc/csf/csf.allow , dan masukkan 1 IP Address per baris, IP Address juga bisa dalam format CIDR seperti 192.168.0.0/24. Apabila terjadi error pada konfigurasi CSF anda, IP yang terdaftar di dalam file  ini akan tetap dapat mengakses server anda secara remote.</p>
<p>Konfigurasi CSF keseluruhan dapat diakses melalui /etc/csf.conf, beberapa baris perintah yang harus disetup terlebih dahulu adalah sebagai berikut;</p>
<pre>TESTING = "1"
# Allow incoming TCP ports
TCP_IN = "20,21,22,25,53,80,110,143,443,465,587,993,995"

# Allow outgoing TCP ports
TCP_OUT = "20,21,22,25,53,80,110,113,443"</pre>
<p>Pastikan bahwa port SSH anda, apabila anda menggunakan port custom non 22 sudah terdaftar di dalam direktif tersebut, dan port lainnya dapat anda masukkan sesuai dengan kebutuhan anda.</p>
<p>Konfigurasi lainnya dapat dilakukan kemudian di file yang sama. Setelah konfigurasi selesai dilakukan pastikan TESTING diubah ke 0 dan lakukan start / restart CSF anda melalui perintah /etc/init.d/csf restart.</p>
<p>Perintah csf lainnya yang mungkin perlu anda ketahui adalah sebagai berikut;</p>
<pre class="brush: bash">csf -x # Untuk mendisable
csf -l # Untuk melihat status CSF
csf -r # Untuk melakukan restart</pre>
<h2>Lain-Lain</h2>
<p>Langkah selanjutnya adalah monitoring dan pengelolaan lanjutan, umumnya CSF akan melakukan blokir otomatis terhadap IP Address yang dianggap masuk ke kategori mengganggu keamanan server, namun demikian hal ini sering terjadi tanpa sepengetahuan user pengguna IP Address tersebut karena misalnya keberadaan trojan di komputer yang digunakan oleh pengguna IP Address tersebut. Untuk mengatasi hal ini anda dapat melakukan IP Address terkait ke dalam file csf.allow dan melakukan restart service CSF.</p>
<p>Hal lainnya adalah melakukan monitoring terhadap aktifitas CSF / Firewall di server anda, hal ini dapat dilakukan melalui file log yang juga ditentukan di dalam csf.conf secara default sebagai berikut;</p>
<pre># Log file locations
HTACCESS_LOG = "/var/log/httpd/error_log"
MODSEC_LOG = "/var/log/httpd/error_log"
SSHD_LOG = "/var/log/secure"
SU_LOG = "/var/log/secure"
FTPD_LOG = "/var/log/messages"
SMTPAUTH_LOG = "/var/log/secure"
POP3D_LOG = "/var/log/maillog"
IMAPD_LOG = "/var/log/maillog"
IPTABLES_LOG = "/var/log/messages"
SUHOSIN_LOG = "/var/log/messages"
BIND_LOG = "/var/log/messages"

CUSTOM1_LOG = "/var/log/messages"
CUSTOM2_LOG = "/var/log/messages"
.. DST</pre>
<p>Anda dapat merubah file log tersebut sesuai dengan referensi anda, karena apabila menggunakan log default akan tercampur dengan message dari system yang lain.</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://configserver.com/cp/csf.html" target="_blank">http://configserver.com/cp/csf.html</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/instalasi-dan-konfigurasi-awal-csf-stand-alone-centos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi ProFTPD Menggunakan Auth User File</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/konfigurasi-proftpd-menggunakan-auth-user-file/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/konfigurasi-proftpd-menggunakan-auth-user-file/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 10:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[ProFTPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1557</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan konfigurasi ProFTPD agar menggunakan authentikasi ke auth user file dan bukan ke user linux.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ProFTPD tidak dapat diinstall langsung menggunakan repository official CentOS, untuk melakukan instalasi dan konfigurasi awal di CentOS dapat mengikuti artikel <a  href="http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/">http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/</a>.</p>
<p>Artikel ini akan memberikan panduan untuk membuat ProFTPD menggunakan Auth User File sebagai referensi authentikasi user, dan bukan berdasarkan user linux.</p>
<p><span id="more-1557"></span></p>
<p>Contoh kasus yang membuat hal ini dibutuhkan adalah ketika service httpd berjalan sebagai global user httpd, dan php yang digunakan adalah modphp sehingga php akan berjalan sebagai user httpd. Ketika transfer file terjadi melalui interface web, maka file yang ditulis / diupload akan dimiliki oleh user httpd. Sementara ketika kita melakukan transfer file melalui interface FTP, maka file yang diupload akan dimiliki oleh user login FTP tersebut.</p>
<p>Ketika kita menggunakan standard linux user sebagai login FTP maka akan terjadi kendala permission ketika file tersebut ingin diakses melalui service httpd.</p>
<h2>Membuat Auth User File</h2>
<p>Membuat user virtual menggunakan Auth User File dapat dilakukan dengan program yang bernama ftppasswd. Program ini dapat di download melalui <a  href="http://www.castaglia.org/proftpd/contrib/ftpasswd" target="_blank">http://www.castaglia.org/proftpd/contrib/ftpasswd</a> dan panduannya dapat dibaca lebih lanjut di <a  href="http://www.castaglia.org/proftpd/contrib/ftpasswd.html" target="_blank">http://www.castaglia.org/proftpd/contrib/ftpasswd.html</a> .</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/local/src/
wget http://www.castaglia.org/proftpd/contrib/ftpasswd</pre>
<p>Ubah permission agar bisa dieksekusi</p>
<pre class="brush: bash">chmod 0755 ftpasswd</pre>
<p>Dapatkan informasi berapa UID dan GID dari user httpd</p>
<pre class="brush: bash">cat /etc/passwd | grep apache
apache:x:48:48:Apache:/var/www:/sbin/nologin</pre>
<p>Dalam hal ini (CentOS) user yang menjalankan httpd adalah apache (UID 48 dan GID 48), pada distribusi lain akan berbeda, seperti pada ubuntu service apache / httpd akan dijalankan oleh user www-data.</p>
<p>Buat User FTP dengan home direktori ke home direktori virtual host dari web site / user terkait, contohnya adalah user domainx yang home direktori virtual hostnya mengarah ke /var/www/html/www.domainx.com , hal ini akan sangat tergantung kepada konfigurasi virtual host dari service httpd anda.</p>
<pre class="brush: bash">./ftpasswd --passwd --name=domainx --file /etc/ftpd.passwd --uid=48 --gid=48 --home /var/www/html/www.domainx.com --shell /bin/false</pre>
<p>Masukkan password sebanyak dua kali, perintah ini akan membuat file bernama /etc/ftpd.passwd yang berisikan informasi username dan password yang akan digunakan oleh ProFTPD.</p>
<h2>Konfigurasi ProFTPD</h2>
<p>Langkah selanjutnya adalah melakukan modifikasi pada file konfigurasi ProFTPD yang pada kasus ini terletak di /etc/proftpd.conf , file konfigurasi akan tergantung kepada setup yang anda miliki.</p>
<pre class="brush: bash">vim /etc/proftpd.conf</pre>
<p>Kemudian tambahkan / ubah direktif berikut</p>
<pre class="brush: bash">RequireValidShell off
AuthOrder mod_auth_file.c
AuthUserFile    /etc/ftpd.passwd</pre>
<p>Setelah itu restart proftpd dan lakukan pengetesan dengan melakukan upload menggunakan ftp client yang anda gunakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li>Situs ProFTPD <a  href="http://www.proftpd.org/docs/howto/AuthFiles.html" target="_blank">http://www.proftpd.org/docs/howto/AuthFiles.html</a></li>
<li><a  href="http://www.cyberciti.biz/tips/linux-installing-configuring-proftpd-ftp-server.html" target="_blank">http://www.cyberciti.biz/tips/linux-installing-configuring-proftpd-ftp-server.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/konfigurasi-proftpd-menggunakan-auth-user-file/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kloxo Error : Couldn&#8217;t Connect to MySQL Database</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/kloxo-error-couldnt-connect-to-mysql-database/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/kloxo-error-couldnt-connect-to-mysql-database/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 11:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Error]]></category>
		<category><![CDATA[Kloxo]]></category>
		<category><![CDATA[Mysql]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1548</guid>
		<description><![CDATA[Apabila karena satu dan lain hal anda tidak dapat melakukan login ke halaman administrasi Kloxo melalui http://domain.tld:7778 ataupun http://ip.address.anda:7778, silahkan ikuti artikel ini untuk melakukan perbaikan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila karena satu dan lain hal anda tidak dapat melakukan login ke halaman administrasi Kloxo melalui http://domain.tld:7778 ataupun http://ip.address.anda:7778, silahkan ikuti artikel ini untuk melakukan perbaikan.</p>
<p><span id="more-1548"></span>Hal ini disebabkan karena user kloxo kehilangan akses ke database MySQL yang berada di server anda. Error yang akan anda dapatkan ketika melakukan akses ke port kloxo adalah :</p>
<pre>Couldn't Connect to MySQL Server..</pre>
<p>Untuk memperbaiki hal ini prinsipnya adalah dengan merubah password user kloxo dan memberikan informasi ke dalam file konfigurasi kloxo mengenai password yang baru. Hal ini dapat dilakukan melalui shell / ssh dengan menggunakan putty atau terminal program lainnya.</p>
<p>Secara garis besar yang akan digambarkan di artikel ini adalah;</p>
<ul>
<li>Merubah / mereset password root MySQL (Apabila anda tidak mengetahui atau lupa)</li>
<li>Merubah password kloxo</li>
<li>Mereset password admin apabila dibutuhkan</li>
</ul>
<p><strong>Mereset Password Root MySQL</strong></p>
<p>Di shell anda dapat melakukan login ke MySQL Console dengan menggunakan perintah:</p>
<pre>mysql -u root -p</pre>
<p>Masukkan password anda, apabila anda tidak tahu atau lupa password root MySQL anda maka kita akan melakukan reset terebih dahulu.</p>
<p>Matikan service mysqld;</p>
<pre>/etc/init.d/mysqld stop</pre>
<p>Jalankan kembali mysqld, dengan mysqld_safe dengan option &#8211;skip-grant-tables</p>
<pre>/etc/init.d/mysqld_safe --skip-grant-tables &amp;</pre>
<p>Akhiran &amp; adalah untuk mendorong program tersebut ke <em>background</em> sehingga kita bisa melanjutkan pekerjaan di shell yang sama.</p>
<p>Masuk sebagai root ke dalam MySQL Console, anda tidak akan ditanya password apabila MySQL berjalan pada moda skip grant tables.</p>
<pre>mysql -u root
mysql&gt; use mysql;<code>
mysql&gt; update user set password=PASSWORD("NEW-ROOT-PASSWORD") where User='root';
mysql&gt; flush privileges;
mysql&gt; quit</code></pre>
<p>Matikan MySQL safe anda;</p>
<pre>ps -ax | grep mysql</pre>
<p>Perhatikan process ID yang ada (PID), kill proses tersebut</p>
<pre>kill -9 xxxx</pre>
<p>Lakukan sampai tidak ada lagi proses mysql.</p>
<p><strong>Merubah Password Kloxo di Database MySQL</strong></p>
<p>Nyalakan kembali MySQL seperti biasa, pastikan anda telah mengingat atau menyimpan root password MySQL yang baru. Ubah password untuk kloxo</p>
<pre>/etc/init.d/mysqld start
mysql -u root -p
mysql&gt; grant all on kloxo.* to kloxo@localhost identified by 'password-baru';
mysql&gt; flush privileges;
mysql&gt; quit</pre>
<p>Masukkan password baru ini ke file config kloxo dan restart kloxo</p>
<pre>cat "password-baru" &gt; /usr/local/lxlabs/kloxo/etc/conf/kloxo.pass
/script/restart</pre>
<p>Silahkan dicoba login ke port kloxo anda.</p>
<p>Reset Password Admin Kloxo</p>
<p>Apabila anda tidak dapat melakukan login admin, anda bisa melakukan reset juga melalui shell sebagai berikut;</p>
<p>passwd admin</p>
<p>Masukkan password baru anda, kemudian jalankan script php kloxo</p>
<pre>/usr/local/lxlabs/kloxo/httpdocs
/usr/bin/lphp.exe  ../bin/common/resetpassword.php master password-baru</pre>
<p>Restart kembali kloxo</p>
<pre>/script/restart</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/kloxo-error-couldnt-connect-to-mysql-database/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengupdate cPanel menggunakan Screen</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/mengupdate-cpanel-menggunakan-screen/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/mengupdate-cpanel-menggunakan-screen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 12:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[WHM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1516</guid>
		<description><![CDATA[GNU Screen atau screen adalah free terminal multiplesking yang memungkinkan user mengakses beberapa terminal session yang terpisah di dalam satu jendela terminal atau remote session terminal. screen berguna saat kita ingin menjalankan beberapa program dari command line dalam satu waktu, sehingga program-program tersebut nanti akan berjalan terpisah dari jendela terminal utama. Kegunaan paling penting dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">GNU Screen atau screen adalah free terminal multiplesking yang memungkinkan user mengakses beberapa terminal session yang terpisah di dalam satu jendela terminal atau remote session terminal. screen berguna saat kita ingin menjalankan beberapa program dari command line dalam satu waktu, sehingga program-program tersebut nanti akan berjalan terpisah dari jendela terminal utama.</p>
<p><span id="more-1516"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kegunaan paling penting dari screen adalah untuk menyimpan terminal session jika dalam proses berlangsung kita logout atau koneksi remote tiba-tiba terputus, proses dalam terminal-terminal lainnya yang dibuka dibawah screen masih dapat terus berjalan. Amat sangat bermanfaat jika kita ingin melakukan proses yang berlangsung lama di server remote dimana kondisi koneksi internet yang tidak stabil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Instalasi Screen</strong></p>
<p>Untuk Debian dan Ubuntu aplikasi screen dapat diinstall dengan menjalankan perintah berikut :</p>
<p><em>Debian</em>:</p>
<pre class="brush: bash">aptitude install screen</pre>
<p><em>Ubuntu</em>:</p>
<pre class="brush: bash">sudo aptitude install screen</pre>
<p>Jika menggunakan OS CentOS dapat diinstall dengan menjalankan perintah :</p>
<pre class="brush: bash">yum install screen</pre>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Menggunakan Screen</strong></p>
<p>Untuk menjalankan Screen, jalankan perintah berikut:</p>
<pre class="brush: bash">screen</pre>
<p>perintah tersebut akan membuka secara otomatis sebuah terminal baru yang merupakan sebuah halaman screen session.</p>
<pre><em>Shortcut </em>:
- CTRL + A C
digunakan untuk membuat sebuah screen session baru.
- CTRL + A N
digunakan untuk berpindah ke next screen session.
- CTRL + A P
digunakan untuk berpindah ke previous  screen session.
- CTRL + A D
digunakan untuk memisahkan terminal dari screen session (tanpa mematikan proses yang terdapat dalam session)
- CTRL + D
digunakan untuk mematikan/menterminasi session screen yang saat itu sedang dipilih
</pre>
<p>Untuk kembali masuk ke screen session dan melihat proses yang masih berlangsung, jalankan perintah berikut:</p>
<pre class="brush: bash">screen -r</pre>
<p>Apabila ingin keluar dari screen session terminal setelah proses di dalam screen session selesai, gunakan perintah berikut:</p>
<pre class="brush: bash">exit</pre>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Update cPanel menggunakan screen</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akan sangat menyusahkan bila koneksi terputus pada saat kita melakukan update untuk mesin cPanel kita. Belum lagi jika cPanel kita mengalami error karena proses update yang gagal. Oleh karena itu berikut ini akan diberikan sedikit tips untuk melakukan update cPanel menggunakan screen.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa untuk melakukan update cPanel cukup dengan menjalankan perintah berikut <em>/scripts/upcp</em>, namun bila dengan screen maka langkahnya akan sedikit berbeda.</p>
<p>Pertama buat session screen baru:</p>
<pre class="brush: bash">screen</pre>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu bila layar sudah terbuat baru dan di judul window sudah berubah menjadi [screen 0: bash], maka tinggal jalankan perintah untuk melakukan update cPanel:</p>
<pre class="brush: bash">/scripts/upcp</pre>
</p>
<p>Tinggal menunggu sampai proses update selesai dan window SSH dapat ditutup jika diperlukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/mengupdate-cpanel-menggunakan-screen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi PHP-FPM Untuk Multiple User</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/konfigurasi-php-fpm-untuk-multiple-user-2/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/konfigurasi-php-fpm-untuk-multiple-user-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 09:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Konfigurasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nginx]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda menggunakan Nginx dan PHP nya menggunakan php-fpm, maka secara default PHP akan berjalan hanya dengan 1 user, hal ini mungkin sudah cukup bagi pengguna yang hanya menggunakan server nya untuk dirinya sendiri. Namun bagaimanakah caranya agar domain / subdomain lain yang berbeda home directory sekaligus berbeda pemilik file, berjalan dengan user berbeda (seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika anda menggunakan <a  title="Nginx" href="http://wiki.nginx.org/Main" target="_blank">Nginx</a> dan PHP nya menggunakan <a  title="PHP FPM" href="http://php-fpm.org/" target="_blank">php-fpm</a>, maka secara  default PHP akan berjalan hanya dengan 1 user, hal ini mungkin sudah  cukup bagi pengguna yang hanya menggunakan server nya untuk dirinya  sendiri. <span id="more-1486"></span>Namun bagaimanakah caranya agar domain / subdomain lain yang  berbeda home directory sekaligus berbeda pemilik file, berjalan dengan  user berbeda (seperti Apache yang berpasangan dengan suphp nya)?</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini akan dijelaskan sedikit modifikasi / tambahan pada   konfigurasi php-fpm dan juga virtualhost pada Nginx. Sebelum  melanjutkan panduan ini, setidaknya di server anda sudah ter-install Nginx dan php-fpm, jika belum silahkan ikuti dahulu panduan berikut  untuk meng-install Nginx sekaligus php-fpm nya <a href="../aplikasi-linux/nginx-mysql-php-di-centos-52-64-bit/" target="_blank">http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/nginx-mysql-php-di-centos-52-64-bit/</a></p>
<p>- Versi nginx pada saat panduan ini dibuat adalah: 0.7.61<br />
- Versi  php-fpm pada saat panduan ini dibuat adalah: versi untuk php 5.2.10<br />
- Operating System: Centos 5.2<br />
(mungkin ada sedikit perbedaan pada  php-fpm, nginx atau operating system selain diatas)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Konfigurasi php-fpm</strong></p>
<p>- Pertama buka file konfigurasi  php-fpm, (mungkin bisa berbeda path, tergantung dengan konfigurasi anda)</p>
<pre class="brush: bash">vi /usr/local/etc/php-fpm.conf</pre>
<p style="text-align: justify;">
<p>- Cari tag:  <strong>&lt;section name=&#8221;pool&#8221;&gt;</strong> yang ada setelah tag: <strong>&lt;workers&gt;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p>- Copy tag: <strong>&lt;section name=&#8221;pool&#8221;&gt;</strong> sampai <strong>&lt;/section&gt;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p>- Paste sepasang tag tersebut berikut isinya sebelum atau diatas tag:  <strong>&lt;/workers&gt;</strong>, kira-kira seperti ini:</p>
<p><em>sebelum:</em></p>
<pre>&lt;workers&gt;
&lt;section name="pool"&gt;
... ...
&lt;/section&gt;
&lt;/workers&gt;</pre>
<p><em>sesudah:</em></p>
<pre>&lt;workers&gt;
&lt;section name="pool"&gt;
... ...
&lt;/section&gt;
&lt;section name="pool"&gt;
... ...
&lt;/section&gt;
&lt;/workers&gt;</pre>
<p style="text-align: justify;">
<p>- Agar konfigurasi tidak bentrok, pastikan nama pool, port, dan user  serta grup tidak ada yang sama, seperti ini:</p>
<pre>&lt;workers&gt;

&lt;section name="pool"&gt;
&lt;value name="name"&gt;nama-domain-0.tld&lt;/value&gt;
&lt;value name="listen_address"&gt;127.0.0.1:9000&lt;/value&gt;

... ...

&lt;value name="user"&gt;user0&lt;/value&gt;
&lt;value name="group"&gt;user0&lt;/value&gt;

... ...

&lt;/section&gt;

&lt;section name="pool"&gt;
&lt;value name="name"&gt;nama-domain-1.tld&lt;/value&gt;
&lt;value name="listen_address"&gt;127.0.0.1:9001&lt;/value&gt;

... ...

&lt;value name="user"&gt;user1&lt;/value&gt;
&lt;value name="group"&gt;user1&lt;/value&gt;

... ...

&lt;/section&gt;

&lt;/workers&gt;</pre>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">- Sesuaikan juga value &#8220;max_children&#8221; yang ada di dalam tag &lt;value  name=&#8221;pm&#8221;&gt; dengan jumlah yang diinginkan, value disini menentukan  jumlah process yg dijalankan atas nama user terkait, dengan catatan  value &#8220;style&#8221; harus &#8220;static&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">- Jika value &#8220;style&#8221; menggunakan  &#8220;apache-like&#8221; maka abaikan &#8220;max_children&#8221; dan silahkan sesuaikan jumlah  pada value &#8220;StartServers&#8221;, &#8220;MinSpareServers&#8221; dan &#8220;MaxSpareServers&#8221; yang  ada di dalam &lt;value name=&#8221;apache_like&#8221;&gt; (biasanya pengguna apache  sudah paham mengenai konfigurasi tersebut)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">- Setelah selesai save  konfigurasi tersebut dan restart php-fpm anda</p>
<pre class="brush: bash">/etc/init.d/php-fpm  restart</pre>
</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">- Silahkan dilihat process php-fpm nya apakah user yang  diinginkan sudah berjalan sebagaimana mestinya</p>
<pre class="brush: bash">ps aux | grep php-fpm</pre>
</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika pada restart php-fpm sudah berhasil tanpa error dan user yang  diinginkan sudah berjalan, maka akan dilanjutkan dengan konfigurasi pada  virtualhost nginx.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Konfigurasi virtualhost nginx</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">- Pada masing-masing virtualhost, silahkan diubah port php-fpm dengan  port yang sudah didefinisikan pada konfigurasi php-fpm. Seperti ini:</p>
<p><em>virtualhost untuk nama-domain-0.tld:</em></p>
<pre>... ...

location ~ .php$ {
fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
fastcgi_index index.php;
include /usr/local/nginx/conf/fastcgi_params;
}

... ...</pre>
<p><em>virtualhost  untuk nama-domain-1.tld:</em></p>
<pre>... ...

location ~ .php$ {
fastcgi_pass 127.0.0.1:9001;
fastcgi_index index.php;
include /usr/local/nginx/conf/fastcgi_params;
}

... ...</pre>
<p style="text-align: justify;">
<p>-  Setelah itu restart nginx anda</p>
<pre class="brush: bash">/etc/init.d/nginx restart</pre>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">- Jika  tidak ada error pada saat restart nginx, maka php pada  nama-domain-0.tld akan berjalan untuk user0 dan php pada  nama-domain-1.tld akan berjalan untuk user1, silahkan diperiksa melalui  phpinfo() masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selesai sudah sedikit contoh  konfigurasi php-fpm dengan dengan multiple user. Silahkan ditambahkan lagi  untuk user lainnya dengan jumlah user yang anda inginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/aplikasi-linux/konfigurasi-php-fpm-untuk-multiple-user-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan tar untuk Kompresi File dan Direktori</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 22:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Command]]></category>
		<category><![CDATA[Kompresi]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Command tar salah satunya dapat digunakan di  dalam proses pengarsipan dan pengiriman data ke komputer lain, untuk mempercepat proses, file atau direktori di kompres terlebih dahulu. Kita juga dapat menggabungkan semua direktori ke dalam satu file yang dapat mempermudah banyak tugas pengelolaan sebuah server linux.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Command</em> tar salah satunya dapat digunakan di  dalam proses pengarsipan dan pengiriman data ke komputer lain, untuk mempercepat proses, file atau direktori di kompres terlebih dahulu. Kita juga dapat menggabungkan semua direktori ke dalam satu file yang dapat mempermudah banyak tugas pengelolaan sebuah server linux.</p>
<p><span id="more-1480"></span></p>
<p><em>Command </em>tar berfungsi untuk menyumpan banyak file atau direktori ke dalam 1 buah file <em>archive</em>, dan juga dapat digunakan untuk mengekstrak file / direktori di dalam file <em>archive</em>.</p>
<h2>Membuat, Mengurai, dan Melihat Isi File tar</h2>
<p><em>Command </em>tar memiliki diantaranya memiliki parameter;</p>
<ul>
<li> c, untuk membuat file tar</li>
<li>t,  print out isi dari sebuah file tar</li>
<li> x, mengurai mengekstrak kembali isi dari sebuah file tar</li>
</ul>
<p>Parameter lainnya untuk proses yang lebih <em>advance</em> dapat dipelajari dengan mengetik tar &#8211;help di shell anda.</p>
<p>Contoh perintah tar sederhana;</p>
<pre>tar -cf archive.tar file1 file2  # Membuat archive.tar dari file file1 dan file2.
tar -tvf archive.tar             # Melihat isi dari file archive.tar.
tar -xf archive.tar              # Mengekstrak semua isi file archive.tar.</pre>
<h2>Kompresi dan Verbose</h2>
<p>Berikut parameter yang dapat digunakan untuk keperluan kompresi;</p>
<ul>
<li> f, menentukan file <em>archive</em> mana yang akan digunakan di dalam <em>command</em> tersebut</li>
<li> z , menggunakan zip/gzip untuk melakukan kompresi atau membaca sebuah file<em> archive</em></li>
<li> v, <em>verbose</em> menampilkan proses yang sedang dijalankan oleh <em>command</em> tar</li>
</ul>
<p>Contoh penggunaan;</p>
<pre>tar cvzf foo.tgz *.cc *.h</pre>
<p><em>Command</em> tersebut akan memasukkan semua file berakhiran .cc dan .h ke dalam file <em>archive </em>foo.tgz (f), file tersebut dibuat ketika <em>command</em> dijalankan (c) dengan  menggunakan kompresi (z), dan prosesnya ditampilkan ke layar shell (v).</p>
<pre>tar cvzf foo.tgz cps100</pre>
<p><em>Command </em>di atas akan memasukkan direktori cps100 yang berada di dalam direktori yang sama dengan direktori ketika <em>command </em>dijalankan kedalam file <em>archive</em> bernama foo.tgz (f) yang belum ada sebelumnya (c) dalam format kompresi zip/gzip (z) dan menampilkan prosesnya ke layar (v).</p>
<pre>tar tzf foo.tgz</pre>
<p><em>Command </em>tersebut akan menampilkan daftar file dan direktori (t) di dalam file <em>archive</em> foo.tgz (f) yang menggunakan kompresi (z).</p>
<pre>tar xvzf foo.tgz</pre>
<p><em>Command </em>di atas akan mengekstrak atau mengurai (x) file dan direktori yang berada di dalam file <em>archive </em>foo.tgz (f) yang menggunakan kompresi (z) dan menampilkan prosesnya ke layar (v).</p>
<p>bila kamu ingin membuka tar ke direktori tertentu, rubah menjadi direktori dan gunakan tar. Untuk contoh, membuka tar kediretori tertentu named newdir.</p>
<p>Kita dapat memilih file apasaja yang ingin kita ekstak dengan menuliskan nama file atau menggunakan filter. Contohnya;</p>
<pre>tar xvzf foo.tgz anagram.cc # Mengekstrak file anagram.cc dari dalam file foo.tgz</pre>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://www.cs.duke.edu/~ola/courses/programming/tar.html" target="_blank">http://www.cs.duke.edu/~ola/courses/programming/tar.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Port Standar pada Aplikasi dan Protokol Jaringan</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/port-standar-pada-aplikasi-dan-protokol-jaringan/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/port-standar-pada-aplikasi-dan-protokol-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 17:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ports]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1474</guid>
		<description><![CDATA[Pada terminologi jaringan komputer, port merupakan titik komunikasi spesifik yang digunakan oleh sebuah aplikasi yang memanfaatkan lapisan transport pada teknologi TCP / IP. Artikel ini menceritakan tentang beberapa port yang digunakan oleh aplikasi ataupun protokol standar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada terminologi jaringan komputer, port merupakan titik komunikasi spesifik yang digunakan oleh sebuah aplikasi yang memanfaatkan lapisan <em>transport</em> pada teknologi TCP / IP. Artikel ini menceritakan tentang beberapa port yang digunakan oleh aplikasi ataupun protokol standar.</p>
<p><span id="more-1474"></span></p>
<p>Pada terminologi komputer ada dua jenis Port yaitu :</p>
<ul>
<li>Port Fisik,adalah soket/ slot / colokan yang ada di belakang CPU sebagai penghubung peralatan input-output komputer, misalnya PS2 Port yang digunakan oleh Mouse dan Keyboard, USB Port atau Paralel Port.</li>
<li> Port Logika (non fisik),adalah port yang di gunakan oleh aplikasi sebagai jalur untuk melakukan koneksi dengan komputer lain mealalui teknologi TCP/IP, tentunya termasuk koneksi internet.</li>
</ul>
<p>Yang akan dibahas pada artikel ini adalah port logika, mungkin akan berguna bagi anda yang mengelola server linux untuk berbagai keperluan.</p>
<h2>Port Standar dan Kegunaan</h2>
<p>1-19, berbagai protokol, Sebagian banyak port ini  tidak  begitu di perlukan namun tidak dapat diganggu. Contohnya layanan echo (port 7) yang tidak boleh dikacaukan dengan program ping umum.</p>
<p>20 &#8211; FTP-DATA. &#8220;Active&#8221; koneksi FTP menggunakan dua port: 21 adalah port kontrol, dan 20 adalah tempat data yang masuk. FTP pasif tidak menggunakan port 20 sama sekali.</p>
<p>21 &#8211; Port server FTP yang digunakan oleh <em>File Transfer Protocol</em>. Ketika seseorang mengakses FTP server, maka ftp client secara default akan melakukan koneksi melalui port 21.</p>
<p>22 &#8211; SSH (Secure Shell), Port ini ini adalah port standar untuk SSH, biasanya diubah oleh pengelola server untuk alasan keamanan.</p>
<p>23 &#8211; Telnet server. Jika anda menjalankan server telnet maka port ini digunakan client telnet untuk hubungan dengan server telnet.</p>
<p>25 &#8211; SMTP, <em>Simple Mail Transfer Protocol</em>, atau port server mail, merupakan port standar yang digunakan dalam komunikasi pengiriman email antara sesama SMTP Server.</p>
<p>37 &#8211; Layanan Waktu, port built-in untuk layanan waktu.</p>
<p>53 &#8211; DNS, atau <em>Domain Name Server</em> port. Name Server menggunakan port ini, dan menjawab pertanyaan yang terkait dengan penerjamahan nama domain ke IP Address.</p>
<p>67 (UDP) &#8211; BOOTP, atau DHCP port (server). Kebutuhan akan <em>Dynamic Addressing</em> dilakukan melalui port ini.</p>
<p>68 (UDP) &#8211; BOOTP, atau DHCP port yang digunakan oleh client.</p>
<p>69 &#8211; tftp, atau <em>Trivial File Transfer Protocol</em>.</p>
<p>79 &#8211; Port Finger, digunakan untuk memberikan informasi tentang sistem, dan login pengguna.</p>
<p>80 &#8211; WWW atau HTTP port server web. Port yang paling umum digunakan di Internet.</p>
<p>81 &#8211; Port Web Server Alternatif, ketika port 80 diblok maka port 81 dapat digunakan sebagai port altenatif untuk melayani HTTP.</p>
<p>98 &#8211; Port Administrasi akses web Linuxconf port.</p>
<p>110 &#8211; POP3 Port, alias <em>Post Office Protocol</em>, port server pop mail. Apabila anda mengambil email yang tersimpan di server dapat menggunakan teknologi POP3 yang berjalan di port ini.</p>
<p>111 &#8211; sunrpc (<em>Sun Remote Procedure Call</em>) atau portmapper port. Digunakan oleh NFS (Network File System), NIS (Network Information Service), dan berbagai layanan terkait.</p>
<p>113 &#8211; identd atau auth port server. Kadang-kadang diperlukan, oleh beberapa layanan bentuk lama (seperti SMTP dan IRC) untuk melakukan validasi koneksi.</p>
<p>119 &#8211; NNTP atau Port yang digunakan oleh <em>News Server</em>, sudah sangat jarang digunakan.</p>
<p>123 &#8211; <em>Network Time Protocol</em> (NTP), port yang digunakan untuk sinkronisasi dengan server waktu di mana tingkat akurasi yang tinggi diperlukan.</p>
<p>137-139 &#8211; NetBIOS (SMB).</p>
<p>143 &#8211; IMAP, <em>Interim Mail Access Protocol</em>. Merupakan aplikasi yang memungkinkan kita membaca e-mail yang berada di server dari komputer di  rumah / kantor kita, protokol ini sedikit berbeda dengan POP.</p>
<p>161 &#8211; SNMP, <em>Simple Network Management Protocol</em>. Lebih umum digunakan di router dan switch untuk memantau statistik dan tanda-tanda vital (keperluan monitoring).</p>
<p>177 &#8211; XDMCP, <em>X Display Management Control Protocol</em> untuk sambungan <em>remote</em> ke sebuah X server.</p>
<p>443 &#8211; HTTPS, HTTP yang aman (WWW) protokol di gunakan cukup lebar.</p>
<p>465 &#8211; SMTP atas SSL, protokol server email</p>
<p>512 (TCP) &#8211; exec adalah bagaimana menunjukkan di netstat. Sebenarnya nama yang tepat adalah rexec, untuk Remote Execution.</p>
<p>512 (UDP) &#8211; biff, protokol untuk mail pemberitahuan.</p>
<p>513 &#8211; Login, sebenarnya rlogin, alias Remote Login. Tidak ada hubungannya dengan standar / bin / login yang kita gunakan setiap kali kita log in.</p>
<p>514 (TCP) &#8211; Shell adalah nama panggilan, dan bagaimana netstat menunjukkan hal itu. Sebenarnya, rsh adalah aplikasi untuk &#8220;Remote Shell&#8221;. Seperti semua &#8220;r&#8221; perintah ini melemparkan kembali ke kindler, sangat halus.</p>
<p>514 (UDP) &#8211; Daemon syslog port, hanya digunakan untuk tujuan logging <em>remote</em>.</p>
<p>515 &#8211; lp atau mencetak port server.</p>
<p>587 &#8211; MSA, <em>Mail Submission Agent</em>. Sebuah protokol penanganan surat baru didukung oleh sebagian besar MTA&#8217;s (<em>Mail Transfer Agent</em>).</p>
<p>631 &#8211; CUPS (Daemon untuk keperluan printing), port yang melayani pengelolaan layanan berbasis web.</p>
<p>635 &#8211; Mountd, bagian dari NFS.</p>
<p>901 &#8211; SWAT, Samba Web Administration Tool port. Port yang digunakan oleh aplikasi pengelolaan SAMBA berbasis web.</p>
<p>993 &#8211; IMAP melalui SSL.</p>
<p>995 &#8211; POP melalui SSL.</p>
<p>1024 &#8211; Ini adalah port pertama yang merupakan <em>Unprivileged</em> port, yang ditugaskan secara dinamis oleh kernel untuk aplikasi apa pun yang memintanya. Aplikasi lain umumnya menggunakan port <em>unprivileged </em>di atas port 1024.</p>
<p>1080 &#8211; Socks Proxy Server.</p>
<p>1433 &#8211; MS SQL Port server.</p>
<p>2049 &#8211; NFSd, <em>Network File Service Daemon</em> port.</p>
<p>2082 &#8211; Port cPanel, port ini digunakan untuk aplikasi pengelolaan berbasis web yang disediakan oleh cpanel.</p>
<p>2095 &#8211;  Port ini di gunakan untuk aplikasi webmail cpanel.</p>
<p>2086 &#8211; Port ini di gunakan untuk WHM,  atau Web Host Manager cpanel.</p>
<p>3128 &#8211; Port server Proxy Squid.</p>
<p>3306 &#8211; Port server MySQL.</p>
<p>5432 &#8211; Port server PostgreSQL.</p>
<p>6000 &#8211; X11 TCP port untuk <em>remote</em>. Mencakup port 6000-6009 karena X dapat mendukung berbagai menampilkan dan setiap tampilan akan memiliki port sendiri. SSH X11Forwarding akan mulai menggunakan port pada 6.010.</p>
<p>6346 &#8211; Gnutella.</p>
<p>6667 &#8211; ircd, <em>Internet Relay Chat Daemon</em>.</p>
<p>6699 &#8211; Napster.</p>
<p>7100-7101 &#8211; Beberapa Font server menggunakan port tersebut.</p>
<p>8000 dan 8080 &#8211; Common Web Cache dan port server Proxy Web.</p>
<p>10000 &#8211; Webmin, port yang digunakan oleh webmin dalam layanan pengelolaan berbasis web.</p>
<p>Masih banyak port aplikasi yang umum digunakan namun belum disebutkan, untuk mengetahui lebih  jauh tentang port dan kegunaan nya silahkan kunjungi <a  href="http://www.iana.org/assignments/port-numbers" target="_blank">http://www.iana.org/assignments/port-numbers</a> .</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://en.wikipedia.org/wiki/TCP_and_UDP_port" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/TCP_and_UDP_port</a></li>
<li><a  href="http://www.tldp.org/HOWTO/Security-Quickstart-HOWTO/appendix.html" target="_blank">http://www.tldp.org/HOWTO/Security-Quickstart-HOWTO/appendix.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/port-standar-pada-aplikasi-dan-protokol-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah Dasar Linux untuk Pengelola Server</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/perintah-dasar-linux-untuk-pengelola-server/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/perintah-dasar-linux-untuk-pengelola-server/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 16:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Command]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1469</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini akan memberikan pengenalan terhadap beberapa perintah dasar yang dapat anda manfaatkan untuk mengelola server linux anda melalui Shell. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini akan memberikan pengenalan terhadap beberapa perintah dasar yang dapat anda manfaatkan untuk mengelola server linux anda melalui <em>Shell</em>.</p>
<p><span id="more-1469"></span></p>
<p>Untuk semua perintah linux,  kita dapat menekan tombol &lt;tab&gt; sebanyak dua kali untuk melihat kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya apabila ingin mengetahui command apa saja yang dimulai dengan huruf awal co, maka cukup ketikkan c lalu tekan &lt;tab&gt; dua kali, maka command-command dengan huruf awal co akan muncul.</p>
<pre># co &lt;tab&gt; 2x
col            colrm          comm           compgen        complete       consoletype
colcrt         column         command        compile_et     consolehelper  continue</pre>
<h2>Help</h2>
<p>Masing-masing perintah biasanya memiliki parameter yang dapat kita gunakan, hal ini dapat kita ketahui dengan mudah dengan mengetikkan tambahan (spasi) &#8211;help di perintah yang ingin kita pelajari lebih lanjut.</p>
<pre class="brush: bash"># ps --help
********* simple selection *********  ********* selection by list *********
-A all processes                      -C by command name
-N negate selection                   -G by real group ID (supports names)
-a all w/ tty except session leaders  -U by real user ID (supports names)
...
dan seterusnya</pre>
<h2>Pipe(|)</h2>
<p>Pipe (|) dapat digunakan untuk mengkombinasikan dua atau lebih perintah demi mencapai output yang kita inginkan, perintah yang berbeda tersebut cukup dipisahkan dengan symbol &#8220;|&#8221;.</p>
<p>Contohnya apabila kita ingin memecah output yang kita dapat dari perintah listing (ls) yang lebih dari satu halaman, kita dapat menggunakan perintah more, hal ini akan menghentikan tampilan perhalaman. Atau kita ingin melakukan filter output dari ps, misalnya hanya ingin menampilkan baris yang memiliki kata nginx, dapat dilakukan dengan menggunakan grep;</p>
<pre class="brush: bash"># ps aux | grep nginx
root     10148  0.0  0.3  42948  1012 ?        Ss   21:42   0:00 nginx: master process /usr/local/sbin/nginx
nobody   10149  0.0  0.8  43848  2316 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10150  0.0  0.8  43716  2196 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10151  0.0  0.9  43956  2424 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10152  0.0  0.5  43324  1444 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10153  0.0  0.8  44120  2308 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
root     11328  0.0  0.2   5996   540 pts/0    R+   22:41   0:00 grep nginx</pre>
<h2>df</h2>
<p>Digunakan untuk melihat informasi filesystem pada setiap partisi. Namun yang biasa digunakan adalah df -h karena tampilannya mudah dimengerti oleh kita, beberapa parameter lain dapat dimanfaatkan untuk merubah preferensi yang anda inginkan.</p>
<pre class="brush: bash"># df -h
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1              40G   17G   21G  46% /
varrun                 512M   84K  512M   1% /var/run
varlock                512M     0  512M   0% /var/lock
udev                   512M   16K  512M   1% /dev
devshm               512M     0  512M   0% /dev/shm
none                   512M     0  512M   0% /dev/shm</pre>
<h2>ps</h2>
<p>ps adalah perintah yang digunakan jika kita perlu mengecek proses yang berjalan pada server. Contoh perintah ps dasar adalah ps -aux, karena semua proses yang berjalan akan tampil.  Bila kita hanya ingin melihat suatu proses (misalnya apache), maka gunakan perintah ps -aux | grep apache.</p>
<h2>top</h2>
<p>Menampilkan statistik sistem dan detil terhadap proses di server yang aktif.</p>
<h2>w</h2>
<p>Untuk melihat siapa saja yang sedang login pada server</p>
<h2>netstat</h2>
<p>Menampilkan ringkasan koneksi network dan status socket yang sedang berjalan di server. Kita dapat mengkhususkan ke port tertentu (misalnya port 80), maka perintah yang dapat digunakan adalah netstat | grep :80</p>
<h2>yum / apt-get</h2>
<p>yum merupakan perintah manipulasi paket yang biasanya digunakan oleh distribusi linux berbasis rpm seperti Redhat, CentOS dan Fedora, sementara apt-get digunakan oleh distribusi linux berbasis debian seperti Debian dan Ubuntu. Manipulasi file dengan package management akan sangat tergantung kepada distribusi linux yang digunakan.</p>
<p>Untuk menginstall atau update paket, dapat menggunakan perintah:</p>
<pre>yum install &lt;nama paket&gt;
apt-get install &lt;nama paket&gt;</pre>
<p>Atau kalau kita perlu mengupdate packet, dapat gunakan perintah:</p>
<pre>yum update &lt;nama paket&gt;</pre>
<p>Atau untuk mencari paket yang tersedia sesuai dengan keyword yang kita masukkan dapat dilakukan dengan cara;</p>
<pre>yum search keyword</pre>
<h2>free</h2>
<p>Digunakan untuk melihat sisa memory dan swap yang terpakai, umumnya digunakan free -m yaitu mengecek memory dengan satuan MB. Contoh penggunaan:</p>
<pre class="brush: bash"># free -m
total       used       free     shared    buffers     cached
Mem:          1024        387        636          0        154         98
-/+ buffers/cache:        135        888
Swap:         2047          0       2047</pre>
<h2>wget</h2>
<p>Dapat digunakan untuk mendownload file, grab website, mirroring,dll. Berikut contoh-contoh penggunaannya</p>
<p>Mendownload file dari server:</p>
<pre class="brush: bash">wget http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt</pre>
<p>Mendownload dengan sistem meresume file:</p>
<pre class="brush: bash">wget -c http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt</pre>
<p>Mendownload dan dijadikan background, sehingga kita bisa mengerjakan yang lain sementara file didownload:</p>
<pre class="brush: bash">wget -b http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt</pre>
<h2>kill</h2>
<p>Seperti namanya, command ini digunakan untuk membunuh atau menghentikan sebuah proses. Biasanya sebelum menggunakan kill, maka terlebih dahulu kita menjalankan perintah ps untuk melihat ID proses yang ingin dikill.</p>
<pre class="brush: bash">$ ps aux | grep apache2
www-data  9576  0.0  0.2  11272  2156 ?        S    Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data  9577  0.0  0.1  11456  2020 ?        S    Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data  9578  0.0  0.3 185916  3588 ?        Sl   Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data 10523  0.0  0.3 185912  3596 ?        Sl   Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start</pre>
<p>Lalu untuk menghentikan prosesnya, kita mengetikkan command kill disertai -9 [yang berarti eksekusi] dan PID IDnya:</p>
<pre class="brush: bash">kill -9 1537</pre>
<h2>ifconfig</h2>
<p>Perintah ini digunakan untuk melihat konfigurasi IP yang sudah ada pada network interface yang ada dalam server kita. Perintah ifconfig juga dapat dipakai untuk menentukan alamat IP dan netmask pada suatu interface. Contoh penggunaan ifconfig untuk melihat konfigurasi ethernet tertentu;</p>
<pre class="brush: bash"># ifconfig -eth0
eth0    Link encap:Ethernet  HWaddr aa:00:21:fa:62:01
inet addr:117.103.xx.xxx  Bcast:117.103.xx.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::a800:21ff:fefa:6201/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:3052329 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:123389 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:895150664 (853.6 MB)  TX bytes:20386246 (19.4 MB)</pre>
<h2>last</h2>
<p>Perintah ini digunakan untuk melihat orang yang login terakhir.</p>
<pre class="brush: bash"># last
test   pts/0        117.103.52.34    Mon Sep  7 15:37   still logged in</pre>
<h2>locate</h2>
<p>Digunakan untuk mencari file berdasarkan nama file atau berdasarkan keyword.</p>
<pre>locate &lt;nama file&gt;</pre>
<h2>tail</h2>
<p>Digunakan untuk menampilkan potongan akhir file.</p>
<pre class="brush: bash">tail /var/log/messages #melihat 10 baris terakhir dari /var/log/messages
tail -f /var/log/messages # melihat line dari /var/log/messages secara terus menerus</pre>
<h2>ping</h2>
<p>Sama seperti windows, linux juga dapat mengecek komunikasi antar komputer dalam sebuah jaringan melalui protokol TCP/IP.</p>
<pre class="brush: bash">ping ip.address.atau.hostname</pre>
<h2>traceroute</h2>
<p>Traceroute biasa digunakan untuk mengetest koneksi link terhadap suatu server. Perintah ini akan menampilkan routing paket TCP/IP dari host kita ke host yang dituju.</p>
<pre class="brush: bash">traceroute ip.address.atau.hostname</pre>
<h2>shutdown</h2>
<p>Perintah ini digunakan untuk mematikan atau mereboot sistem.</p>
<pre class="brush: bash">shutdown -r now # akan melakukan restart</pre>
<p>Bila kita ingin mematikan server, maka commandnya adalah:</p>
<pre class="brush: bash">shutdown -h now</pre>
<h2>pwd</h2>
<p>Digunakan untuk melihat kita berada di direktori mana.</p>
<pre class="brush: bash">#pwd
/home/test</pre>
<p>Berarti kita berada di folder /home/test</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://www.reallylinux.com/docs/admin.shtml" target="_blank">http://www.reallylinux.com/docs/admin.shtml</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/perintah-dasar-linux-untuk-pengelola-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengolah Teks dengan Editor Vi</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/mengolah-teks-dengan-editor-vi/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/mengolah-teks-dengan-editor-vi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 19:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Editor]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>
		<category><![CDATA[Teks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1458</guid>
		<description><![CDATA[Vi merupakan program untuk melakukan pengelolaan teks yang standar terinstall pada semua distribusi Linux. Artikel ini akan memberikan panduan bagi anda yang baru mulai menggunakan vi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Vi merupakan program untuk melakukan pengelolaan teks yang standar terinstall pada semua distribusi Linux. Artikel ini akan memberikan panduan bagi anda yang baru mulai menggunakan vi.</p>
<p><span id="more-1458"></span></p>
<h2>Moda Operasi Vi</h2>
<p>Pada vi ini terdapat 2 buah moda operasi yaitu;</p>
<ul>
<li> Moda Perintah / <em>command</em></li>
<li> Moda Tulis</li>
</ul>
<p>Dalam moda perintah kita dapat menjalankan perintah yang tersedia untuk mempermudah kita mengedit atau melakukan suatu aksi pada file teks yang sedang kita buka. Sementara dalam moda tulis kita dapat menambahkan atau mengurangi teks ke dalam file tersebut.</p>
<p>Pertama kali dibuka vi akan berjalan pada moda perintah dan siap menerima perintah yang kita berikan, contohnya dapat anda lihat dibawah.</p>
<p>Berikut ini akan dijelaskan juga perintah-perintah yang ada pada modus perintah didalam editor vi.</p>
<h2>Membuka dan Menutup File Teks</h2>
<p>Membuka file teks dengan vi dapat dilakukan melalui perintah sederhana;</p>
<pre class="brush: bash">vi namafile</pre>
<p>Sementara untuk menutup file teks dapat dilakukan melalui perintah-perintah berikut;</p>
<p>Untuk menutup editor gunakan perintah yang terdapat didalam editor vi. Menuliskan perintah biasanya didahului dengan titik dua (:), dan diakhiri dengan &lt;Return&gt; atau tombol &lt;Enter&gt;. Berikut ini beberapa contoh perintah, perintah-perintah berikut dapat dijalankan pada moda perintah, apabila sebelumnya kita berada pada moda tulis, cukup tekan tombol Escape &lt;Esc&gt; untuk masuk ke moda perintah;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-7-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-7">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">:x</td><td class="column-2">Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">:q</td><td class="column-2">Untuk keluar dari vi, apabila ada perubahan yang belum disimpan, perintah ini tidak dapat dijalankan sebelum perubahan tersebut ditulis ke file (:w)</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">:wq</td><td class="column-2">Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">:q!</td><td class="column-2">Untuk keluar dari vi dan mengabaikan perubahan yang sudah dibuat sebelumnya</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Menambah, Mengubah, dan Menghapus Teks</h2>
<p>Apabila kita ingin mengedit file, kita harus terlebih dahulu masuk ke moda tulis dan keluar dari moda perintah, berikut beberapa contoh perintah yang memungkinkan kita melakukan perubahan pada sebuah file teks;</p>
<p><strong>Menambah Teks<br />
</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-8-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-8">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">i</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sebelum kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">I</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sebelum kursor dan menempatkan kursor di awal baris</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">a</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sesudah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">A</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sesudah kursor dan menempatkan kursor di akhir baris</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p>Perintah diatas akan aktif sampai kita menekan tombol &lt;Esc&gt; untuk kembali ke moda perintah.</p>
<p><strong>Merubah Teks</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-9-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-9">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">r</td><td class="column-2">Merubah satu karakter sebelum kursor, tidak perlu diakhiri dengan tombol <esc></td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">R</td><td class="column-2">Merubah karakter dimulai dari kursor, harus diakhiri dengan tombol <esc></td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p><strong>Menghapus Teks</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-10-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-10">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">x</td><td class="column-2">Menghapus satu karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">Nx</td><td class="column-2">Menghapus sejumlah (N) karakter dimulai dari karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">dw</td><td class="column-2">Menghapus satu kata dimulai dari karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">dNw</td><td class="column-2">Menghapus sejumlah (N) kata dimulai dari karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">dd</td><td class="column-2">Menghapus satu baris, baris tempat kursor berada</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">dNd atau Ndd</td><td class="column-2">Menghapus sejumlah (N) baris dimulai dari baris tempat kursor berada</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Perintah Lain</h2>
<p>Berikut adalah contoh perintah lain yang sering digunakan dan bisa sangat berguna dalam melakukan pengolahan file teks;</p>
<p><strong>Pencarian Teks</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-11-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-11">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">/kata</td><td class="column-2">Mencari keberadaan "kata" ke teks setelah kursor, kursor akan berhenti ke "kata" pertama yang ditemukan</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">?kata</td><td class="column-2">Mencari keberadaan "kata" ke teks sebelum kursor, kursor akan berhenti ke "kata" pertama yang ditemukan</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p><strong>Menghitung Baris</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-12-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-12">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">:.</td><td class="column-2">Memeriksa kursor kita berada di baris keberapa</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">:=</td><td class="column-2">Memeriksa jumlah baris pada sebuah file teks</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">^g (Ctrl +g)</td><td class="column-2">Memunculkan keterangan nama file yang sedang kita buka, informasi baris kursor, informasi jumlah baris file, dll</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">:set number</td><td class="column-2">Memunculkan Line Number di sebelah kiri editor</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">:N</td><td class="column-2">Meletakkan kursor ke baris ke (N) di dalam file teks</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://staff.washington.edu/rells/R110/" target="_blank">http://staff.washington.edu/rells/R110/</a></li>
<li><a  href="http://www.cs.colostate.edu/helpdocs/vi.html">http://www.cs.colostate.edu/helpdocs/vi.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/mengolah-teks-dengan-editor-vi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manipulasi File dan Direktori pada Linux dengan Menggunakan Shell</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/manipulasi-file-dan-direktori-pada-linux-dengan-menggunakan-shell/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/manipulasi-file-dan-direktori-pada-linux-dengan-menggunakan-shell/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 05:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[File]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>
		<category><![CDATA[SSH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini merupakan petunjuk untuk pemula dan hanya memperkenalkan dasar-dasar perintah dan pengelolaan File dan Direktori pada mesin linux dengan menggunakan perintah shell cp, mv, mkdir dan rm.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini merupakan petunjuk untuk pemula dan hanya memperkenalkan dasar-dasar perintah dan pengelolaan File dan Direktori pada mesin linux dengan menggunakan perintah shell cp, mv, mkdir dan rm.</p>
<p><span id="more-1425"></span></p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/09/gnome-terminal.png" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1425" title="gnome-terminal"><img class="alignleft size-full wp-image-1428" title="gnome-terminal" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/09/gnome-terminal.png" alt="gnome-terminal" width="128" height="128" /></a>Artikel ini akan memperkenalkan perintah cp untuk mengkopi file dan direktori (<em>copy</em>), mv untuk memindahkan file dan direktori (<em>move</em>),  rm untuk menghapus file dan direktori (<em>remove</em>), dan mkdir untuk membuat direktori <em>(mkdir</em>).</p>
<p>Mohon diperhatikan bahwa artikel ini bersifat pengenalan, sehingga untuk memahami secara keseluruhan  hal-hal apa yang bisa dilakukan dengan perintah tersebut di atas, anda harus melakukan eksplorasi lebih dalam.</p>
<p>Perintah-perintah dasar tersebut sangat umum digunakan apabila anda ingin mulai melakukan pengelolaan server linux melalui shell. Anda harus terlebih dahulu login dan terhubung dengan server anda misalnya melalui protokol SSH dengan menggunakan <em>Putty</em>.</p>
<h2>Wildcard</h2>
<p>Perintah shell memiliki fitur untuk mengelompokkan file ataupun direktori dengan menggunakan karakter tertentu yang disebut <em>wildcard</em>, <em>wildcard</em> dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melakukan filtering terhadap file atau direktori yang ingin kita kelompokkan dan dapat berlaku pada perintah selain perintah di atas.</p>
<p>Berikut adalah beberapa <em>wildcard </em>dasar yang sering digunakan, dan dikenal secara luas;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-1-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-1">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Wildcard</th><th class="column-2">Deskripsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">*</td><td class="column-2">match untuk semua karakter</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">?</td><td class="column-2">match untuk 1 karakter</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">[karakter]</td><td class="column-2">match karakter yang merupakan set fungsi bagian dari character class seperti [:alnum:] untuk alpha numeric character, [:alpha:] untuk alphabetic character, [:digit:] untuk numeral, [:upper:] dan [:lower:] untuk Uppercase dan Lowercase character, Class Posix Character dapat dipelajari lebih lanjut melalui link http://www.regular-expressions.info/posixbrackets.html.</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p>Berikut contoh penggunaan dan fungsinya;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-2-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-2">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">*</td><td class="column-2">semua nama file</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">*.html</td><td class="column-2">semua nama file yang berakhiran .html</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">b*</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan karakter b</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">b*.txt</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan karakter b dan berakhir dengan .txt</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">Data???</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan "Data" dan memiliki akhiran 3 karakter jenis apapun, misalnya Data123, Datayyy</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">[abc]*</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan a atau b atau c dan berakhiran apapun, misalnya ayyy.txt, cddd.html</td>
	</tr>
	<tr class="row-8 even">
		<td class="column-1">[[:upper:]]*</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya Data.com, Xyz.txt</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p>Anda dapat menggunakan wildcard pada semua perintah shell yang menerima nama file sebagai salah satu parameter.</p>
<blockquote><p>Perhatikan bahwa penamaan file dan lain-lain di dalam linux umumnya adalah case sensitive, artinya Abcd.txt tidak sama dengan abcd.txt</p></blockquote>
<h2>Copy (cp)</h2>
<p>Perintah cp akan mengkopi file dan direktori, contoh sederhana adalah mengkopi file1 (eksisting)  ke file2 (baru) di dalam direktori yang sama;</p>
<pre class="brush: bash">cp file1 file2</pre>
<p>Contoh kita ingin mengkopi banyak file ke sebuah direktori, file1 file2 dan file3 adalah file eksisting yang akan kita kopi ke direktori /path/ke/direktori;</p>
<pre class="brush: bash">cp file1 file2 file3 /path/ke/direktori/
cp f* /path/ke/direktori/</pre>
<p>Contoh yang kedua akan  mengkopi semua file yang diawali dengan karakter &#8220;f&#8221; ke direktori yang ditentukan.</p>
<p>Contoh penggunaan cp dengan opsi dasar beserta kegunaannya;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-3-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-3">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">cp file1 file2</td><td class="column-2">Mengkopi isi file1 ke file2, apabila file2 tidak ada akan dibuat baru, apabila sudah ada akan di overwrite</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">cp -i file1 file2</td><td class="column-2">Menggunakan perintah cp dengan option interaktif, misalnya file2 sudah ada akan ditanya terlebih dahulu apakah akan melakukan overwrite atau tidak</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">cp -R dir1 dir2</td><td class="column-2">Mengkopi semua file yang berada di dalam dir1, apabila dir2 tidak ada maka akan dibuat, apabila dir2 sudah ada akan dibuat direktori dir1 di dalam dir2</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">cp -Rv dir1/* dir2/</td><td class="column-2">Mengkopi secara recursive semua file dan direktori di dalam dir1 ke dalam dir2 dan tidak membuat dir1 di dalam dir2 apabila dir2 sudah ada</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Move (mv)</h2>
<p>Perintah move dapat melakukan dua hal tergantung penggunaan;</p>
<ul>
<li>Memindahkan file atau direktori</li>
<li>Melakukan rename file atau direktori</li>
</ul>
<p>Kedua contoh berikut menggambarkan penggunaan yang berbeda;</p>
<pre class="brush: bash">mv file1 file2
mv file1 file2 file3 direktori</pre>
<p>Perintah pertama akan memindahkan file1 menjadi file2, apabila file2 belum ada akan dibuat, apabila sudah ada akan dioverwrite, setelah perintah pertama dijalankan file1 akan hilang (rename). Perintah kedua akan memindahkan file1 file2 dan file3 ke dalam direktori &#8220;direktori&#8221;, file1 file2 dan file3 akan hilang setelah perintah ini dijalankan, karena telah dipindahkan ke dalam direktori &#8220;direktori&#8221;.</p>
<p>Berikut contoh penggunaan perintah mv dengan beberapa opsi dasar;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-4-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-4">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">mv file1 file2</td><td class="column-2">Apabila file2 belum ada akan dibuat, apabila sudah ada akan dioverwrite dengan file1</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">mv -i file1 file2</td><td class="column-2">Mengaktifkan fungsi interaktif, apabila file2 sudah ada akan dikonfirmasi terlebih dahulu apakah akan dilakukan overwrite</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">mv *.html dir1</td><td class="column-2">Memindahkan semua file berakhiran .html ke dalam dir1, apabila dir1 tidak ada perintah akan memberikan pesan error</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">mv dir1 dir2</td><td class="column-2">Apabila dir2 belum ada maka semua dir1 akan berubah menjadi dir2 (renamed), apabila dir2 sudah ada maka direktori dir1 akan dipindahkan ke dalam direktori dir2 menjadi dir2/dir1</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Remove (rm)</h2>
<p>Perintah rm sangat sederhana melakukan remove file atau direktori (menghapus), berikut dua contoh penggunaan perintah rm;</p>
<pre class="brush: bash">rm file1</pre>
<p>Perintah tersebut akan menghapus file1, anda akan dikonfirmasi terlebih dahulu (Yes/No) atau perintah akan error apabila file1 tidak ada.</p>
<pre class="brush: bash">rm -r dir1</pre>
<p>Perintah tersebut akan menghapus dir1 secara recursive, artinya semua file dan direktori yang berada di dalam dir1 akan dihapus juga.</p>
<p>Berikut contoh penggunaan perintah rm dengan beberapa opsi dasar;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-5-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-5">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">rm file1 file2</td><td class="column-2">Menghapus file1 dan file2, akan error apabila file1 atau file2 tidak ada</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">rm -r dir1 dir2</td><td class="column-2">Menghapus direktori dir1 dan dir2 secara recursive</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">rm -rf dir1</td><td class="column-2">Menghapus direktori dir1 dan dir2 secara recursive dengan opsi force (f) anda tidak akan diberikan error apabila dir1 tidak ada dan tidak akan dikonfirmasi mengenai penghapusan file</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">rm -f dir1/*.txt</td><td class="column-2">Menghapus semua file berakhiran .txt di dalam direktori dir1 dengan opsi force (f)</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<blockquote><p>Linux tidak mengenal perintah undelete, dan proses recovery untuk file yang sudah dihapus di linux adalah tidak mungkin untuk dilakukan, perintah sederhana ini dapat berakibat fatal apabila tidak berhati-hati menggunakannya.</p></blockquote>
<h2>Make Directory (mkdir)</h2>
<p>Perintah mkdir berguna untuk membuat direktori, berikut contoh penggunaannya;</p>
<pre class="brush: bash">mkdir dir1</pre>
<p>Perintah tersebut di atas akan membuat direktori dengan nama dir1 di dalam <em>working directory</em> kita saat ini.</p>
<p>Berikut contoh penggunaan perintah mkdir dengan beberapa opsi dasar;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-6-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-6">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">mkdir dir1</td><td class="column-2">Membuat direktori dir1</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">mkdir /dir1/dir2</td><td class="column-2">Membuat direktori dir2 di dalam direktori dir1, akan error apabila dir1 belum ada</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">mkdir -p /dir1/dir2/dir3/dir4</td><td class="column-2">Sekaligus membuat parent directory (p), sehingga meskipun direktori dir1 dir2 dan dir3 belum ada akan dibuat melalui perintah ini</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://gd.tuwien.ac.at/linuxcommand.org/lts0050.php" target="_blank">http://gd.tuwien.ac.at/linuxcommand.org/lts0050.php</a></li>
<li><a  href="http://www.regular-expressions.info/posixbrackets.html" target="_blank">http://www.regular-expressions.info/posixbrackets.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/manipulasi-file-dan-direktori-pada-linux-dengan-menggunakan-shell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan PHP5 dan PHP4 pada Server cPanel</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/menggunakan-php5-dan-php4-pada-server-cpanel/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/menggunakan-php5-dan-php4-pada-server-cpanel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 07:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[WHM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1405</guid>
		<description><![CDATA[Easy Apache 3 (EA3), fasilitas yang disediakan oleh cPanel /WHM untuk melakukan pengelolaan konfigurasi Apache dan PHP menyediakan fitur bagi kita untuk menjalankan PHP versi 5 dan PHP versi 4 secara bersamaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Easy Apache 3 (EA3), fasilitas yang disediakan oleh cPanel /WHM untuk melakukan pengelolaan konfigurasi Apache dan PHP menyediakan fitur bagi kita untuk menjalankan PHP versi 5 dan PHP versi 4 secara bersamaan.</p>
<p><span id="more-1405"></span>Artikel ini mengasumsikan bahwa anda sudah memiliki pengalaman dengan EA, WHM dan cPanel, serta sudah mengetahui konfigurasi modul apa saja yang ingin dipanggil / load.</p>
<h2>Versi Default</h2>
<p>Dalam contoh ini kita akan menggunakan PHP 5 sebagai versi default, artinya apabila file yang diproses memiliki akhiran (<em>extension)</em> .php, maka PHP 5 yang akan memproses, sementara apabila file tersebut memiliki akhiran .php4, maka PHP 4 yang akan memproses.</p>
<h2>Easy Apache Versi PHP</h2>
<p>Jalankan perintah /scripts/easyapache pada shell</p>
<pre class="brush: bash">/scripts/easyapache</pre>
<p>Atau pada VPS akan membutuhkan parameter tambahan</p>
<pre class="brush: bash">/scripts/easyapache --skip-xen-broken-xm-check</pre>
<p>Apabila anda melanjutkan konfigurasi dari konfigurasi yang sudah ada silahkan mulai dari konfigurasi tersebut (pilihan default konfigurasi eksisting). Ikuti langkah konfigurasi awal, menentukan versi Apache yang ingin digunakan, kemudian pada saat anda diminta untuk memilih versi PHP yang ingin digunakan, pilih kedua-duanya (PHP 4 dan PHP 5).</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/php4danphp5.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="php4danphp5"><img class="aligncenter size-full wp-image-1413" title="php4danphp5" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/php4danphp5.gif" alt="php4danphp5" width="600" height="398" /></a></p>
<p>Kemudian pilih <em>minor </em>versi PHP, dalam contoh ini akan dikonfigurasikan untuk PHP 4.4.9 dan PHP 5.2.10.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/versiphpminor.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="versiphpminor"><img class="aligncenter size-full wp-image-1414" title="versiphpminor" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/versiphpminor.gif" alt="versiphpminor" width="600" height="399" /></a></p>
<p>Pada langkah terakhir (option), masuk ke <em>Exhaustive Options List</em>, yang akan membuka semua direktif option yang tersedia.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/exhaustiveoption.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="exhaustiveoption"><img class="aligncenter size-full wp-image-1415" title="exhaustiveoption" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/exhaustiveoption.gif" alt="exhaustiveoption" width="600" height="398" /></a></p>
<p>Pastikan bahwa anda memberikan tanda silang (memilih) pada modul-modul Apache dan PHP yang ingin diload.</p>
<h2>Concurrent DSO atau CGI?</h2>
<p>EA3 memungkinkan kita untuk memanggil libphp5 dan libphp4 secara berbarengan, direktif ini dapat anda temukan pada Option List Apache dan PHP di langkah akhir Easy Apache.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/concurrent-dso.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="concurrent-dso"><img class="aligncenter size-full wp-image-1410" title="concurrent-dso" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/concurrent-dso.gif" alt="concurrent-dso" width="600" height="399" /></a></p>
<p>Apabila anda ingin menggunakan PHP sebagai Modul Apache, maka silahkan dipilih opsi ini, Kedua versi apache akan berjalan bersamaan sebagai modul Apache.</p>
<blockquote><p>Concurrent PHP Patch pada Easy Apache hanya perlu diaktifkan ketika anda ingin memanggil kedua versi PHP sebagai Modul Apache (DSO), apabila anda menggunakan SuPHP, CGI atau FCGI maka <em>option </em>ini harus didisable.</p></blockquote>
<p>Pada contoh ini kita akan menggunakan SuPHP, sehingga PHP akan berjalan sebagai proses terpisah (CGI) atas nama owner script, konfigurasi ini cukup umum digunakan meskipun memiliki kelemahan membutuhkan lebih banyak RAM, namun lebih aman karena proses berjalan sebagai user dan bukan sebagai <em>nobody</em>.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/cgiphp.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="cgiphp"><img class="aligncenter size-full wp-image-1417" title="cgiphp" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/cgiphp.gif" alt="cgiphp" width="600" height="399" /></a></p>
<p>Silahkan dipilih SuPHP, dan klik OK pada layar konfirmasi. Setelah semua modul yang diperlukan sudah dipilih, silahkan lakukan kompilasi Apache dan PHP dan tunggu sampai proses selesai dilakukan.</p>
<h2>Konfigurasi Suexec dan PHP (WHM)</h2>
<p>Setelah Easy Apache selesai melakukan kompilasi ulang Apache dan PHP berserta modulnya, silahkan pastikan bahwa  penggunaan dua versi PHP sudah aktif, hal ini dapat dilakukan melalui melalui menu Main &gt;&gt; Service Configuration &gt;&gt; Apache Configuration &gt;&gt; Configure Suexec and PHP.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/phphandler.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="phphandler"><img class="aligncenter size-full wp-image-1421" title="phphandler" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/phphandler.gif" alt="phphandler" width="600" height="248" /></a></p>
<p>Pilih SuPHP sebagai PHP4 dan PHP5 Handler (apabila belum) dan klik Save New Configuration.</p>
<h2>PHP Info</h2>
<p>Untuk melihat / melakukan pengetesan, silahkan buat dua buah file info.php dan info.php4 yang berisi perintah phpinfo(), kemudian panggil file tersebut melalui <em>browser</em>.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/infophp.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="infophp"><img class="aligncenter size-full wp-image-1422" title="infophp" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/infophp.gif" alt="infophp" width="600" height="367" /></a></p>
<p>dan PHP4</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/infophp4.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1405" title="infophp4"><img class="aligncenter size-full wp-image-1423" title="infophp4" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/infophp4.gif" alt="infophp4" width="600" height="377" /></a></p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://www.docs.cpanel.net/twiki/bin/view/AllDocumentation/AllFAQ/PerlFAQ#Can_I_run_PHP4_PHP5_at_the_same" target="_blank">http://www.docs.cpanel.net/twiki/bin/view/AllDocumentation/AllFAQ/PerlFAQ#Can_I_run_PHP4_PHP5_at_the_same</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/menggunakan-php5-dan-php4-pada-server-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Implementasi Rule Modsec ASL / Gotroot di Server cPanel</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/implementasi-rule-modsec-asl-gotroot-di-server-cpanel/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/implementasi-rule-modsec-asl-gotroot-di-server-cpanel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 13:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[Modsec]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[WHM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1387</guid>
		<description><![CDATA[Modsec dapat membantu server kita menghalau abuse aplikasi web pada layer terakhir, sebagai firewall untuk http modsec juga tergantung pada rule-set yang digunakan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Modsec dapat membantu server kita menghalau abuse aplikasi web pada layer terakhir, sebagai firewall untuk http modsec juga tergantung pada rule-set yang digunakan.</p>
<p><span id="more-1387"></span></p>
<p>Gotroot merupakan komunitas praktisi IT yang mengoperasikan situs gotroot.com untuk berbagi pengalaman sesama praktisi IT di seluruh dunia. Salah satu yang sering dimanfaatkan adalah rule firewall untuk modsec yang memberikan perlindungan di tatanan aplikasi web (http firewall). Kumpulan rule tersebut saat ini berdiri sendiri dalam bentuk di bawah bendera Prometheus Global dengan nama <strong>Atomic Secure Linux </strong>atau <strong>ASL</strong>.</p>
<p>ASL sebagai sebuah aplikasi berdiri sendiri / <em>standalone</em> memiliki prosedur instalasi terpisah dan tidak dapat digabungkan dengan mudah ke server dengan cPanel / WHM karena cPanel / WHM merupakan aplikasi independen yang berjalan di server kita serta melakukan penguncian terhadap beberapa paket aplikasi linux karena diatur sendiri oleh repo miliknya untuk disesuaikan dengan rilis aplikasi terkait.</p>
<h2>Mod Security</h2>
<p>Yang akan dilakukan saat ini adalah menggunakan rule yang dimiliki oleh ASL ke dalam modsec server cPanel yang kita kelola. ASL sendiri memberikan layanan cuma-cuma ataupun GRATIS terhadap rule modsec-nya meskipun <em>delay</em> 30 hari dari rule yang berbayar. Tentunya dengan implementasi manual ini kita tidak dapat menikmati <em>automatic update</em> yang ditawarkan oleh ASL.</p>
<blockquote><p>Pastikan bahwa modsec sudah terinstall di server cPanel anda, hal ini dapat dilakukan melalui <em>EasyApache</em> dan di WHM bagian plugin dapat kita akses interface ke pengaturan config modsec dan lognya.</p></blockquote>
<p>Apabila menu Modsec sudah ada, berarti fitur ini sudah diaktifkan melalui <em>easyapache</em>, Modsec sendiri merupakan modul dari Apache, sehingga instalasinya di server cpanel dapat dilakukan melalui <em>easyapache</em>.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/modsec-menu.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1387" title="modsec-menu"><img class="aligncenter size-full wp-image-1394" title="modsec-menu" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/modsec-menu.jpg" alt="modsec-menu" width="202" height="147" /></a>Apabila belum ada Mod Security, maka modul tersebut harus diinstall terlebih dahulu, silahkan mencari referensi di situs cpanel.net atau referensi lainnya di internet mengenai bagaimana melakukan instalasi modul Modsec di cpanel melalui <em>easyapache</em>.</p>
<h2>Layout Modsec cPanel</h2>
<p>Ketika diinstall melalui <em>easyapache</em> secara default modsec akan diisi rule default dari cpanel, hal ini dapat dilihat melalui WHM &gt; Plugins &gt; Mod Security, klik edit config.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/rule-default.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1387" title="rule-default"><img class="aligncenter size-full wp-image-1397" title="rule-default" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/rule-default.jpg" alt="rule-default" width="620" height="172" /></a></p>
<p>Rule ini nantinya akan kita abaikan, namun kita tetap memanfaatkan logging system cpanel yang diintegrasikan dengan WHM, dapat anda lihat ketika anda masuk ke dalam interface Mod Security.</p>
<p>Rule dan config apache di dalam cpanel disimpan di dalam direktori /usr/local/apache/conf/ di dalam dua file yaitu;</p>
<pre>/usr/local/apache/conf/modsec2.conf
/usr/local/apache/conf/modsec2.user.conf</pre>
<p>File modsec2.conf dipanggil ketika service httpd di load oleh cPanel, dan kita akan memanfaatkan file ini untuk memanggil rule dari ASL yang akan kita lakukan kemudian, secara default file ini akan berisi;</p>
<pre># cat modsec2.conf
LoadFile /opt/xml2/lib/libxml2.so
LoadFile /opt/lua/lib/liblua.so
LoadModule security2_module  modules/mod_security2.so
&lt;IfModule mod_security2.c&gt;
SecRuleEngine On
# See http://www.modsecurity.org/documentation/ModSecurity-Migration-Matrix.pdf
# "Add the rules that will do exactly the same as the directives"
# SecFilterCheckURLEncoding On
# SecFilterForceByteRange 0 255
SecAuditEngine RelevantOnly
SecAuditLog logs/modsec_audit.log
SecDebugLog logs/modsec_debug_log
SecDebugLogLevel 0
SecDefaultAction "phase:2,deny,log,status:406"
SecRule REMOTE_ADDR "^127.0.0.1$" nolog,allow
Include "/usr/local/apache/conf/modsec2.user.conf"
&lt;/IfModule&gt;</pre>
<p>Perhatikan direktif Include, yang memanggil file kedua yang kita sebutkan, apabila kita melakukan edit rule melalui interface WHM, di file modsec2.user.conf inilah rule tersebut diletakkan, dan akan dipanggil ulang ketika service httpd diload.</p>
<h2>ASL Modsec Rule</h2>
<p>Ikuti langkah berikut untuk menggunakan rule (delayed / gratis) dari ASL; Download rule tersebut;</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/local/src/
wget http://downloads.prometheus-group.com/delayed/rules/modsec-2.5-free-latest.tar.gz</pre>
<p>Extract file tersebut dan persiapkan layout untuk rule asl kita;</p>
<pre class="brush: bash">tar xzvf modsec-2.5-free-latest.tar.gz
mkdir /etc/asl
cp -Rv modsec/* /etc/asl/</pre>
<p>Perhatikan bahwa kita membuat direktori di dalam /etc/ untuk menempatkan file rule modsec dari asl, lakukan ulang langkah ini dan modifikasi selanjutnya apabila anda ingin mengupdate rule anda.</p>
<p>Disable asl_scanner rule apabila anda tidak menggunakannya;</p>
<pre class="brush: bash">cd /etc/asl/
vi 05_asl_scanner.conf</pre>
<p>Berikan tanda pagar / <em>comment</em> pada bagian rule di file tersebut menjadi seperti ini;</p>
<pre>#SecUploadFileMode 0644
#SecRule FILES_TMPNAMES "@inspectFile /usr/bin/modsec-clamscan.pl" \
#       "id:351000,rev:1,severity:2,msg:'Malicious File upload attempt',log,deny,auditlog,status:403,t:none"</pre>
<p>Kemudian kita disable rule rbl modsec, karena rule ini akan memeriksa apakah IP Address pengunjung server / situs kita masuk ke dalam database rbl / spamhouse, hal ini kita lakukan karena banyak IP Address dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar rbl, sehingga besar kemungkinan pemeriksaan ini akan memunculkan <em>complaint</em> dari pengguna mengingat IP Address yang mereka gunakan adalah IP Address <em>dynamic</em> dari ISP.</p>
<pre class="brush: bash">vi 00_asl_rbl.conf</pre>
<p>Berikan pagar / <em>comment</em> pada rule Global RBL rules menjadi seperti ini;</p>
<pre>#Global RBL rules
#SecRule REMOTE_ADDR "!@pmFromFile /etc/asl/whitelist" \
#"chain,deny, log, id:350000,rev:2,msg:'Global RBL Match: IP is on the xbl.spamhaus.org Blacklist',severity:'1'"
#SecRule REMOTE_ADDR "@rbl xbl.spamhaus.org"</pre>
<p>Buat / kopi file whitelist.txt menjadi whitelist, file ini akan berisi url yang kita bypass dari pemeriksaan di rule selanjutnya, apabila kita tidak kopi maka mod_sec akan mengeluhkan bahwa file tersebut tidak ada;</p>
<pre class="brush: bash">cp whitelist.txt whitelist</pre>
<blockquote><p>Untuk mendisable rule di dalam kompilasi rule ASL ini kita dapat melakukan per rule, caranya adalah dengan memberikan tanda pagar di depan rule yang ingin kita disable seperti contoh di atas.</p></blockquote>
<h2>Integrasi dengan cPanel</h2>
<p>Secara sederhana hal ini dapat kita lakukan dengan memanggil kumpulan rule yang baru saja kita buat melalui file modsec2.conf.</p>
<pre class="brush: bash">vi /usr/local/apache/conf/modsec2.conf</pre>
<p>Buat menjadi sebagai berikut;</p>
<pre>LoadFile /opt/xml2/lib/libxml2.so
LoadFile /opt/lua/lib/liblua.so
LoadModule security2_module  modules/mod_security2.so
&lt;IfModule mod_security2.c&gt;
SecRuleEngine On
# See http://www.modsecurity.org/documentation/ModSecurity-Migration-Matrix.pdf
# "Add the rules that will do exactly the same as the directives"
# SecFilterCheckURLEncoding On
# SecFilterForceByteRange 0 255
SecAuditEngine RelevantOnly
SecAuditLog logs/modsec_audit.log
SecDebugLog logs/modsec_debug_log
SecDebugLogLevel 0
SecDefaultAction "phase:2,deny,log,status:406"
SecRule REMOTE_ADDR "^127.0.0.1$" nolog,allow
# Include "/usr/local/apache/conf/modsec2.user.conf"
Include "/etc/asl/*asl*.conf"
&lt;/IfModule&gt;</pre>
<p>Perhatikan direktif Include terakhir yang akan memanggil semua file dengan regex *asl*.conf dari dalam direktori /etc/asl/, kemudian restart service httpd.</p>
<pre class="brush: bash">/scripts/restartsrv_httpd</pre>
<p>Log dapat kita monitor melalui WHM, ataupun dengan melakukan <em>tailing</em> file modsec_audit.log;</p>
<pre class="brush: bash">tail -f /usr/local/apache/logs/modsec_audit.log</pre>
<p>Salah satu contoh log di WHM;</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/modsec-log.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1387" title="modsec-log"><img class="aligncenter size-full wp-image-1399" title="modsec-log" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/modsec-log.jpg" alt="modsec-log" width="620" height="191" /></a></p>
<blockquote><p>Melalui log, kita dapat mengetahui rule mana yang bekerja ketika firewall aktif, log dapat kita manfaatkan untuk mencari rule yang terlalu galak dan mungkin tidak sesuai dengan kondisi yang kita inginkan.</p></blockquote>
<h2>Update Rule</h2>
<p>Rule update dapat kita ambil melalui http://downloads.prometheus-group.com/delayed/rules/, ulangi langkah di atas ketika anda melakukan update rule.</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://gotroot.com/" target="_blank">http://gotroot.com/</a></li>
<li><a  href="http://www.progllc.com/products/asl.html">http://www.progllc.com/products/asl.html</a></li>
<li><a  href="http://www.atomicorp.com/wiki/index.php/Atomic_ModSecurity_Rules" target="_blank">http://www.atomicorp.com/wiki/index.php/Atomic_ModSecurity_Rules</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/implementasi-rule-modsec-asl-gotroot-di-server-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengupdate Lisensi cPanel di Server Anda</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/mengupdate-lisensi-cpanel-di-server-anda/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/mengupdate-lisensi-cpanel-di-server-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 08:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[License]]></category>
		<category><![CDATA[WHM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1377</guid>
		<description><![CDATA[Apabila karena satu dan lain hal kita lupa untuk memperpanjang lisensi cPanel / WHM di server atau vps yang kita gunakan, ikuti langkah berikut untuk melakukan update lisensi sehingga server atau vps memperbaharui file lisensi cpanel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila karena satu dan lain hal kita lupa untuk memperpanjang lisensi cPanel / WHM di server atau vps yang kita gunakan, ikuti langkah berikut untuk melakukan update lisensi sehingga server atau vps memperbaharui file lisensi cpanel.</p>
<p><span id="more-1377"></span>Apabila lisensi cpanel kita expired, maka user tidak dapat melakukan login baik ke WHM maupun cPanel, anda akan dihadapkan pada pesan bahwa lisensi anda telah expired.</p>
<h2>Verifikasi Lisensi cPanel</h2>
<p>Apabila kita sudah melakukan perpanjangan, lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui URL <a  href="http://www.cpanel.net/apps/verify/" target="_blank">http://www.cpanel.net/apps/verify/</a>, masukkan IP Address utama server (yang terdaftar sebagai pemilik lisensi cPanel) dan klik Verify.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/verify-masukkan-ip.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1377" title="verify-masukkan-ip"><img class="aligncenter size-full wp-image-1380" title="verify-masukkan-ip" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/verify-masukkan-ip.jpg" alt="verify-masukkan-ip" width="620" height="403" /></a></p>
<p>Perhatikan hasil dari query IP Address yang anda masukkan, secara garis besar, apabila berwarna Hijau, maka lisensi anda dalam keadaan aktif, apabila berwarna abu-abu, maka lisensi anda dalam keadaan disabled / non-aktif.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/verify-history-license.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1377" title="verify-history-license"><img class="aligncenter size-full wp-image-1383" title="verify-history-license" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/verify-history-license.jpg" alt="verify-history-license" width="620" height="167" /></a></p>
<p>Di halaman tersebut juga anda dapat memperhatikan hal-hal sebagai berikut;</p>
<ul>
<li>Sejarah / History License cPanel anda</li>
<li>Nama Paket (External, Internal, VPS / VZZO, YEAR dan TEST)</li>
<li>Partner cPanel tempat kita mendaftarkan lisensi</li>
<li>Dan tentunya Status (Active atau Expired / Deactivated)</li>
</ul>
<h2>Mengupdate Lisensi Server cPanel</h2>
<p>Apabila lisensi anda dalam keadaan aktif, silahkan login melalui ssh sebagai root, dan jalankan perintah berikut;</p>
<pre># /usr/local/cpanel/cpkeyclt
Updating Internal cPanel Information....................Done</pre>
<p>Buka kembali WHM anda, apabila semua berjalan lancar maka Lisensi Server cPanel anda sudah diperbaharui.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/mengupdate-lisensi-cpanel-di-server-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan OpenDNS di PC Anda</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/umum/menggunakan-opendns-di-pc-anda/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/umum/menggunakan-opendns-di-pc-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 15:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[Name Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1357</guid>
		<description><![CDATA[OpenDNS menawarkan solusi cuma-cuma alias GRATIS untuk layanan DNS Resolver menggantikan DNS Resolver yang disediakan oleh ISP anda. Layanan DNS ini juga terintegrasi dengan penyaringan content yang mungkin akan bermanfaatkan apabila digunakan oleh kantor anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OpenDNS menawarkan solusi cuma-cuma alias GRATIS untuk layanan DNS Resolver menggantikan DNS Resolver yang disediakan oleh ISP anda. Layanan DNS ini juga terintegrasi dengan penyaringan content yang mungkin akan bermanfaatkan apabila digunakan oleh kantor anda.</p>
<p><span id="more-1357"></span>Infrastruktur OpenDNS melibatkan cluster DNS Server dengan mekanisme caching yang sangat baik dan memungkinkan anda untuk melakukan <em>query</em> terhadap domain dengan lebih cepat.</p>
<p style="text-align: center;"><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/logo-opendns.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1357" title="logo-opendns"><img class="aligncenter size-full wp-image-1363" title="logo-opendns" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/logo-opendns.jpg" alt="logo-opendns" width="400" height="159" /></a></p>
<p>Selain itu, OpenDNS menjadi alternatif yang dapat diandalkan apabila DNS Resolver dari ISP anda mengalami masalah baik keseluruhan maupun sebagian. Pada banyak kasus, apabila Name Server Authoritative untuk domain anda berada pada satu jaringan dan tidak dipisahkan secara geografis, apabila transaksi DNS antara DNS Resolver ISP anda dengan Name Server Hosting anda mengalami masalah maka DNS Resolver tidak punya alternatif server lain untuk ditanyakan.Kasus ini cukup banyak dialami oleh pengguna ISP besar di Indonesia  apabila melakukan query ke domain yang memiliki Name Server Authoritative(s) dalam satu lokasi baik geografis maupun jaringan.</p>
<h2>Apa itu DNS Resolver?</h2>
<p>DNS Resolver merupakan <em>client side</em> dari <em>Domain Name System</em> yang bertugas untuk melakukan query dan menjadi inisiator proses translasi nama domain ke IP Address. DNS Resolver adalah bagian dari sistem yang turut memungkinkan bagi anda untuk melakukan <em>browsing</em> dengan menggunakan Nama Domain dan tidak melalui IP Address.</p>
<blockquote><p>DNS Resolver berbeda dengan Name Server Authoritative yang digunakan oleh Domain anda. Name Server Authoritative juga merupakan bagian dari Sistem DNS.</p></blockquote>
<h2>Merubah DNS Resolver</h2>
<p>Pada masing-masing <em>Operating System</em> hal ini akan berbeda-beda, dicontoh ini akan diinformasikan mengenai penggunaan OpenDNS di <em>Personal Computer</em> dengan <em>Operating System Windows XP</em>.</p>
<blockquote><p>DNS Resolver untuk OpenDNS adalah 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 silahkan digunakan apabila anda menggunakan <em>Operating System </em>yang lain.</p></blockquote>
<p><strong>Buka Control Panel di Komputer anda, Start Menu &gt; Control Panel</strong></p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win1.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1357" title="start_win1"><img class="aligncenter size-full wp-image-1366" title="start_win1" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win1.jpg" alt="start_win1" width="550" height="536" /></a></p>
<p><strong>Pilih Network Connection di dalam Control Panel</strong></p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win2.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1357" title="start_win2"><img class="aligncenter size-full wp-image-1367" title="start_win2" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win2.gif" alt="start_win2" width="550" height="348" /></a></p>
<p><strong>Pilih Koneksi Anda dari Network Connection, misalnya Local Area Networking</strong></p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win3.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1357" title="start_win3"><img class="aligncenter size-full wp-image-1368" title="start_win3" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win3.gif" alt="start_win3" width="550" height="376" /></a></p>
<p><strong>Pilih Properties</strong></p>
<p><strong><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win4.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1357" title="start_win4"><img class="aligncenter size-full wp-image-1369" title="start_win4" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win4.gif" alt="start_win4" width="550" height="453" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong>Pilih  Internet Protocol (TCP/IP) dan Klik Properties</strong></p>
<p><strong><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win5.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1357" title="start_win5"><img class="aligncenter size-full wp-image-1370" title="start_win5" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win5.gif" alt="start_win5" width="550" height="452" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong>Pilih <em>Radio Button</em> Use the following DNS Server Addresses dan masukkan IP Address OpenDNS di dalam Preferred DNS Server (208.67.222.222) </strong> <strong>dan Alternate DNS Server </strong><strong>(208.67.220.220)</strong></p>
<p><strong><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win6.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1357" title="start_win6"><img class="aligncenter size-full wp-image-1371" title="start_win6" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/start_win6.gif" alt="start_win6" width="550" height="457" /></a><br />
</strong></p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://en.wikipedia.org/wiki/Domain_Name_System#DNS_resolvers" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Domain_Name_System#DNS_resolvers</a></li>
<li><a  href="http://en.wikipedia.org/wiki/Opendns">http://en.wikipedia.org/wiki/Opendns</a></li>
<li><a  href="https://www.opendns.com/start/computer/" target="_blank">https://www.opendns.com/start/computer/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/umum/menggunakan-opendns-di-pc-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat dan Mengelola Child Name Server</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/membuat-dan-mengelola-child-name-server/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/membuat-dan-mengelola-child-name-server/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 15:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Name Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Apabila anda mendaftarkan domain melalui Magnet Hosting, anda dapat memanfaatkan fasilitas child name server yang memungkinkan anda menentukan sendiri nama name server yang ingin anda gunakan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila anda mendaftarkan domain melalui Magnet Hosting, anda dapat memanfaatkan fasilitas child name server yang memungkinkan anda menentukan sendiri nama name server yang ingin anda gunakan.</p>
<p><span id="more-1341"></span></p>
<blockquote><p>Agar domain anda dapat tetap resolve, anda harus juga memiliki zona authoritative di dalam name server yang digunakan oleh domain anda, child name server bukan untuk membantu anda melakukan hal ini.</p></blockquote>
<p>Child Name Server adalah Name Server yang didaftarkan melalui registrar domain tempat kita mendaftarkan domain, entry ini hanya dapat didaftarkan oleh pemilik domain, misalnya anda dapat mendaftarkan nsx dan nsy.domainanda.com hanya apabila anda merupakan pemilik domain domainanda.com, dan apabila anda memang memiliki hak akses untuk memanfaatkan fasilitas ini.</p>
<h2>Login ke LogicBoxes</h2>
<p>LogicBoxes merupakan solusi pengelolaan domain termasuk control panel yang digunakan oleh banyak registrar domain yang cukup besar di dunia. Salah satunya adalah Public Domain Registrar (PDR) atau DirecTI atau ResellerClub yang digunakan oleh Magnet Hosting untuk mendaftarkan domain.</p>
<p>Apabila anda mendaftarkan domain melalui Magnet Hosting, hampir dapat dipastikan anda dapat melakukan login ke Interface LogicBoxes Magnet melalui <a  href="http://access.magnet-id.com/" target="_blank">http://access.magnet-id.com/</a>. Gunakan username dalam bentuk e-mail dan password yang sama dengan yang anda gunakan untuk login ke http://manage.magnet-id.com ketika pertama kali anda melakukan pendaftaran.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/login-logicbox.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1341" title="login-logicbox"><img class="aligncenter size-full wp-image-1347" title="login-logicbox" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/login-logicbox.jpg" alt="login-logicbox" width="500" height="271" /></a></p>
<p>Setelah anda melakukan login, silahkan akses halaman domain yang ingin anda buat child name servernya, hal ini dapat dilakukan salahsatunya dengan menuliskan nama domain anda di kolom Jump To Domain dan pilih Domain Registration Service kemudian klik tanda panah.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/jumptodomain.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1341" title="jumptodomain"><img class="aligncenter size-full wp-image-1350" title="jumptodomain" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/jumptodomain.jpg" alt="jumptodomain" width="500" height="275" /></a></p>
<h2>Membuat Child Name Server</h2>
<p>Setelah anda masuk ke halaman detil domain anda, anda dapat mengakses fasilitas Child Name Server melalui link Manage Child Name Server di menu sebelah atas.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/manage-child-click.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1341" title="manage-child-click"><img class="aligncenter size-full wp-image-1351" title="manage-child-click" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/manage-child-click.jpg" alt="manage-child-click" width="620" height="292" /></a></p>
<p>Agar anda dapat menklik link tersebut, domain anda harus dalam keadaan <strong>unlocked</strong>, pastikan bahwa anda mengunci kembali domain anda setelah anda melakukan modifikasi / penambahan yang diinginkan.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/addnewchild.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1341" title="addnewchild"><img class="aligncenter size-full wp-image-1352" title="addnewchild" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/addnewchild.jpg" alt="addnewchild" width="620" height="122" /></a>Pada menu child name server, di bagian atas (Child Name Server) akan kosong apabila anda baru pertama kali menggunakan fasilitas ini. Silahkan perhatikan bagian Add New Child Name Server dan tambahkan hostname, misalnya dns1, kemudian masukkan IP Address yang ingin kita daftarkan misalnya 117.103.57.10 dan Klik Submit.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/addnewchild2.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1341" title="addnewchild2"><img class="aligncenter size-full wp-image-1353" title="addnewchild2" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/addnewchild2.jpg" alt="addnewchild2" width="620" height="135" /></a></p>
<p>Setelah kita klik submit, akan muncul di bagian Child Name Server entry yang barusan kita daftarkan, dalam hal ini kita telah membuat Child Nam Server dengan informasi dns1.magnethost.cc dan IP Address 117.103.57.10. Harap diperhatikan bahwa IP tersebut diasumsikan adalah Name Server Authoritative (salah satunya) yang menyimpan zona authoritative untuk domain magnethost.cc, apabila tidak, maka domain yang kita arahkan melalui child name server tidak akan berhasil resolve.</p>
<p>Kemudian kita tambahkan entry child name server kedua dengan informasi dns2.magnethost.cc dengan IP Address 173.45.244.46, perhatikan bahwa untuk mengarahkan domain ke name server tertentu, anda harus minimal memiliki 2 name server yang dianjurkan kedua name server tersebut terpisah secara geografis untuk menjamin <em>availibility</em> name server yang melayani domain yang kita miliki.</p>
<p>Apabila kedua entry tersebut sudah kita buat dengan baik, kita dapat mengarahkan domain tersebut, misalnya magnethost.cc ke dua child name server yang baru saja kita buat, contohnya dns1 dan dns2.magnethost.cc.</p>
<h2>Mengelola Child Name Server</h2>
<p>Pengelolaan Child Name Server dapat dilakukan misalnya apabila anda ingin menghapus, merubah IP Address ataupub merubah hostname dari Child Name Server yang sudah kita daftarkan melalui fasilitas yang sama.</p>
<h2>Informasi Lain</h2>
<ul>
<li>Satu buah entry Child Name Server dapat diasosiasikan dengan sampai dengan 13 IP Address unik, kecuali untuk .EU yang hanya bisa maksimal 9 dan .UK maksimal 10.</li>
<li>IP Address v6 (IPv6) juga dapat dimasukkan sebagai IP Address yang terasosiasi dengan child Name Server kecuali untuk .WS dan .NAME.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/membuat-dan-mengelola-child-name-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Fantastico De Luxe di Server cPanel Anda</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/instalasi-fantastico-de-luxe-di-server-cpanel-anda/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/instalasi-fantastico-de-luxe-di-server-cpanel-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 16:36:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Web]]></category>
		<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[Fantastico]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[WHM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1320</guid>
		<description><![CDATA[Fantastico De Luxe merupakan autoinstaller untuk server cPanel, dapat digunakan dalam bentuk plugin dengan lisensi yang terpisah dari lisensi cPanel. Fantastico De Luxe memungkinkan pengguna cPanel untuk melakukan instalasi puluhan aplikasi open source dengan sangat mudah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fantastico De Luxe merupakan autoinstaller untuk server cPanel, dapat digunakan dalam bentuk plugin dengan lisensi yang terpisah dari lisensi cPanel. Fantastico De Luxe memungkinkan pengguna cPanel untuk melakukan instalasi puluhan aplikasi open source dengan sangat mudah.</p>
<p><span id="more-1320"></span></p>
<p>Untuk melakukan instalasi plugin Fantastico De Luxe Autoinstaller di cPanel / WHM, pada prinsipnya ada 3 langkah yang harus kita lakukan sebagai berikut;</p>
<ul>
<li>Menggantikan Wget dengan versi yang dianjurkan oleh fantastico untuk memastikan bahwa instalasi di langkah ke 3 berhasil dilakukan.</li>
<li>Melakukan instalasi plugin ke dalam WHM.</li>
<li>Melakukan instalasi Fantastico De Luxe Autoinstallernya sendiri, yang akan mengambil / melakukan download terhadap aplikasi web yang nantinya dapat diinstall langsung oleh pengguna cPanel.</li>
</ul>
<blockquote><p>Tulisan ini mengasumsikan bahwa anda menggunakan cPanel / WHM dan CentOS 64 bit, untuk architecture yang lain mohon dipelajari melalui link di bagian referensi.</p></blockquote>
<h2>Reinstalasi Wget</h2>
<p>Apabila anda tidak melakukan reinstalasi wget, kemungkinan besar, setelah langkah ketiga (instalasi fantastico dilakukan) selesai, fantastico akan tetap menganggap bahwa instalasi belum dilakukan, hal ini diklaim sebagai bug dari wget yang datang bersama CentOS.</p>
<p>Untuk melakukan instalasi ulang wget, kita akan melakukan download source wget rilis terbaru;</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/local/src/
wget http://ftp.gnu.org/gnu/wget/wget-latest.tar.gz
tar xfz wget-latest.tar.gz</pre>
<p>Uninstall wget dari sistem kita;</p>
<pre class="brush: bash">yum remove wget</pre>
<p>Lakukan kompilasi wget yang sebelumnya kita download</p>
<pre class="brush: bash">cd wget-*
./configure --prefix=/usr
make
make test
make install
cd ../
rm -Rf wget-*</pre>
<p>Masukan wget sebagai paket yang diexclude oleh yum agar tidak akan diproses ketika kita misalnya menjalankan perintah yum install wget; buka file yum.conf</p>
<pre class="brush: bash">vi /etc/yum.conf</pre>
<p>Masukkan wget di akhir direktif exclude =</p>
<h2>Instalasi Plugin</h2>
<p>Kita akan mengaktifkan plugin Fantastico De Luxe agar selanjutnya langkah instalasi akan dilakukan melalui interface WHM;</p>
<pre class="brush: bash">cd /usr/local/cpanel/whostmgr/docroot/cgi
wget -N http://files.betaservant.com/files/free/fantastico_whm_admin.tgz
tar -xzpf fantastico_whm_admin.tgz
rm -rf fantastico_whm_admin.tgz</pre>
<p>Setelah langkah di atas selesai kita lakukan, interface Fantastico De Luxe akan dapat diakses melalui WHM.</p>
<h2>Instalasi Fantastico De Luxe</h2>
<p>Silahkan login ke WHM anda sebagai root, di sidebar WHM bagian Plugin anda akan menemukan link ke interface Fantastico De Luxe WHM Admin;</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/plugin-fantastico.gif" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1320" title="plugin-fantastico"><img class="aligncenter size-full wp-image-1332" title="plugin-fantastico" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/plugin-fantastico.gif" alt="plugin-fantastico" width="220" height="168" /></a></p>
<p>Silahkan klik link tersebut, anda akan masuk ke dalam interface Admin Fantastico De Luxe.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/clicktoinstall.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1320" title="clicktoinstall"><img class="aligncenter size-full wp-image-1334" title="clicktoinstall" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/clicktoinstall.jpg" alt="clicktoinstall" width="620" height="475" /></a>Silahkan klik <em>Click Here to start the installation process,</em> anda akan di bawa ke halaman konfigurasi awal, secara default proses instalasi sudah dapat dilanjutkan, silahkan klik Install untuk memulai instalasi.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/installstart.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1320" title="installstart"><img class="aligncenter size-full wp-image-1336" title="installstart" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/installstart.jpg" alt="installstart" width="620" height="244" /></a></p>
<p>Proses instalasi akan melakukan download terhadap source file aplikasi yang nantinya akan dapat diinstall secara mudah melalui cPanel, pastikan bahwa server anda memiliki bandwidth internasional yang mencukupi, karena file tersebut akan didownload dari sisi internasional. Untuk pengguna layanan Dedicated Server  / VPS Magnet, dipersilahkan untuk melakukan <em>request</em> burst bandwidth sebelum melakukan instalasi.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/prosesinstall.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1320" title="prosesinstall"><img class="aligncenter size-full wp-image-1337" title="prosesinstall" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/prosesinstall.jpg" alt="prosesinstall" width="620" height="207" /></a></p>
<blockquote><p>Selama proses berlangsung, koneksi antara pc anda dengan server anda dan koneksi server anda dengan internet tidak boleh terputus, karena hal tersebut akan menyebabkan proses instalasi harus diulang dari awal.</p></blockquote>
<p>Setelah proses selesai, klik settings untuk melakukan konfigurasi Fantastico De Luxe yang baru saja kita install;</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/settingfantastico.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1320" title="settingfantastico"><img class="aligncenter size-full wp-image-1339" title="settingfantastico" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/settingfantastico.jpg" alt="settingfantastico" width="620" height="198" /></a></p>
<p>Sesuaikan terutama direktif berikut;</p>
<ul>
<li>PHPSuExec Installed? (installed / not installed)</li>
<li>Is this server a VPS Server? (Yes / No)</li>
</ul>
<p>Jangan lupa juga untuk mengaktifkan Fantastico De Luxe di Default Feature WHM; WHM &gt; Feature Manager &gt; Default dan Klik Edit, periksa apakah Fantastico De Luxe sudah diberikan <em>checkmark</em>.</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://www.netenberg.com/forum/index.php?topic=950.0" target="_blank">http://www.netenberg.com/forum/index.php?topic=950.0</a></li>
<li><a  href="http://www.netenberg.com/forum/index.php?topic=5430.0" target="_self">http://www.netenberg.com/forum/index.php?topic=5430.0</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/instalasi-fantastico-de-luxe-di-server-cpanel-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membatasi Pengiriman E-mail per Domain di cPanel</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/membatasi-pengiriman-e-mail-per-domain-di-cpanel/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/membatasi-pengiriman-e-mail-per-domain-di-cpanel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 06:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Control Panel]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[E-mail]]></category>
		<category><![CDATA[Exim]]></category>
		<category><![CDATA[WHM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1312</guid>
		<description><![CDATA[cPanel / WHM memungkinkan kita untuk membatasi jumlah e-mail yang dikirimkan oleh masing-masing domain per jam. Untuk merubah konfigurasi ini anda harus memiliki akses root.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>cPanel / WHM memungkinkan kita untuk membatasi jumlah e-mail yang dikirimkan oleh masing-masing domain per jam. Untuk merubah konfigurasi ini anda harus memiliki akses root.</p>
<p><span id="more-1312"></span>Apabila anda menggunakan server / vps anda untuk memberikan layanan <em>shared hosting </em>ataupun <em>reseller hosting</em>, ada baiknya anda memberikan batasan terhadap jumlah e-mail yang dikirimkan setiap jamnya. Hal ini untuk mencegah aktifitas SPAM yang terjadi secara sengaja ataupun tidak mengganggu kinerja server anda.</p>
<p>Apabila terdapat script pengiriman e-mail massal yang mengirimkan ratusan bahkan ribuan e-mail melalui server / vps anda, jumlah e-mail di dalam queue Exim akan bertambah dan otomatis akan mempertinggi load cpu server anda dan kemungkinan besar akan mengganggu kinerja services yang lain misalnya httpd maupun mysql.</p>
<h2>Memberikan Batasan Secara Keseluruhan</h2>
<p>Apabila anda sudah melakukan login sebagai root ke WHM anda, batasan per domain ini dapat anda setup melalui Menu Tweak Settings.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/tweaksetting.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1312" title="tweaksetting"><img class="aligncenter size-full wp-image-1315" title="tweaksetting" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/tweaksetting.jpg" alt="tweaksetting" width="620" height="94" /></a></p>
<p>Apabila anda sudah berada di dalam halaman Tweak Settings, silahkan ubah direktif &#8220;The Maximum Each Domain can send per hour&#8221;, secara default direktif tersebut memiliki nilai &#8220;0&#8243; yang artinya unlimited, dan tidak ada batasan jumlah e-mail yang dapat dikirimkan oleh masing-masing domain per jamnya.</p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/maximumsend.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1312" title="maximumsend"><img class="aligncenter size-full wp-image-1316" title="maximumsend" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/08/maximumsend.jpg" alt="maximumsend" width="620" height="105" /></a></p>
<p>Ubah nilai tersebut dan klik save.</p>
<h2>Memberikan Batasan per Domain</h2>
<p>Apabila anda ingin memberikan batasan berbeda untuk domain tertentu, bisa dilakukan melalui shell, silahkan tambahkan namadomain.com = limit di file /var/cpanel/maxemails.</p>
<p>Contohnya;</p>
<pre># cat /var/cpanel/maxemails
domain1.com=500</pre>
<p>Artinya anda memberikan batasan berbeda untuk domain1.com sebesar 500 e-mail per jam, berbeda dengan limit keseluruhan yang misalnya 100 e-mail per jam.</p>
<p>Setelah anda memasukkan namadomain.com = limit ataupun menambahkan, anda harus menjalankan terlebih dahulu script rebuild max email config sebagai berikut;</p>
<pre># /scripts/build_maxemails_config</pre>
<p>Script tersebut akan membuat file di /var/cpanel/maxemailsperdomain/, seperti contoh berikut;</p>
<pre># ls  /var/cpanel/maxemailsperdomain/
./  ../   domain1.com</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/control-panel/membatasi-pengiriman-e-mail-per-domain-di-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Perintah du untuk Melihat Penggunaan Space di Linux</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-perintah-du-untuk-melihat-penggunaan-space-di-linux/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-perintah-du-untuk-melihat-penggunaan-space-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 10:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Command]]></category>
		<category><![CDATA[Space]]></category>
		<category><![CDATA[Storage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Perintah du dapat kita gunakan untuk melihat jumlah blok yang digunakan oleh file tertentu dan secara otomatis ringkasan jumlah ruang yang digunakan di dalam direktori tempat file tersebut berada.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perintah du dapat kita gunakan untuk melihat jumlah blok yang digunakan oleh file tertentu dan secara otomatis ringkasan jumlah ruang yang digunakan di dalam direktori tempat file tersebut berada.</p>
<p><span id="more-1299"></span></p>
<p>Perintah ini dapat dijalankan di shell misalnya melalui protokol SSH di server anda.</p>
<h2>Syntax</h2>
<pre>du [OPTION]... [FILE]...</pre>
<p><strong>Parameter</strong></p>
<p>Berikut beberapa parameter yang sering digunakan untuk lebih lengkapnya silahkan jalankan du &#8211;help di shell anda.</p>
<ul>
<li>-a Memperlihatkan space yang digunakan oleh semua file, dan bukan hanya direktori.</li>
<li>-k Memperlihatkan ukuran file dalam satuan 1024 bytes (default 512 bytes).</li>
<li>-s Hanya memperlihatkan summary / ringkasan dari hasil perintah.</li>
<li>-L Menghitung ukuran file yang dilink misalnya melalui symbolic link, dan bukan file symbolic linknya.</li>
<li>-x Hanya memproses file di file system / device yang sama, misalnya tidak memproses file yang berada di partisi berbeda.</li>
<li>-h Memperlihatkan hasil proses dalam format ukuran yang lebih mudah dibaca / <em>human readable</em>.</li>
</ul>
<p>Parameter dapat digabungkan sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya;</p>
<pre># du -shx /home/
4.3G    /home/</pre>
<p>Apabila parameter ..[FILE].. tidak diberikan, maka perintah du akan memproses di <em>current directory</em>.</p>
<h2>Contoh Penggunaan</h2>
<p>Melihat ukuran semua file yang terdapat di dalam direktori /home/ (recursive)</p>
<pre># du -a /home/
4       /home/dir1/.bash_profile
4       /home/dir1/.bashrc
4       /home/dir1/.bash_logout
4       /home/dir1/.zshrc
20      /home/dir1
4       /home/dir2/.bash_profile
4       /home/dir2/.bashrc
4       /home/dir2/.bash_logout
4       /home/dir2/.zshrc
20      /home/dir2</pre>
<p>Menampilkan ukuran perintah dalam <em>human readable format</em></p>
<pre># du -ah /
24K     /bin/env
336K    /bin/pgawk
28K     /bin/mknod
4.0K    /bin/gtar
20K     /bin/sync
48K     /bin/chown
96K     /bin/rpm
24K     /bin/setserial
588K    /bin/zsh
4.0K    /bin/domainname
352K    /bin/tcsh
72K     /bin/cp
4.0K    /bin/fgrep
4.0K    /bin/tracert
4.0K    /bin/egrep
4.0K    /bin/awk</pre>
<p>Mencari direktori mana di dalam / yang menggunakan space paling besar, untuk mempermudah kita menggunakan summary (-s)</p>
<pre># du -sh /*
7.5M    /bin
17M     /boot
128K    /dev
79M     /etc
41G     /home
195M    /lib
18M     /lib64
16K     /lost+found
8.0K    /media
0       /misc
8.0K    /mnt
0       /net
8.0K    /opt
0       /proc
951M    /root
30M     /sbin
200K    /script
8.0K    /selinux
8.0K    /srv
0       /sys
24K     /tmp
1.8G    /usr
2.2G    /var</pre>
<p>Gunakan * untuk menampilkan hasil per direktori yang ada di dalam direktori yang ingin diperiksa.</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://www.linfo.org/du.html" target="_blank">http://www.linfo.org/du.html</a></li>
<li><a  href="http://en.wikipedia.org/wiki/Du_(Unix)" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Du_(Unix)</a></li>
<li><a  href="http://www.computerhope.com/unix/udu.htm" target="_blank">http://www.computerhope.com/unix/udu.htm</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-perintah-du-untuk-melihat-penggunaan-space-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
