<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Magnet &#187; Shell</title>
	<atom:link href="http://artikel.magnet-id.com/tag/shell/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikel.magnet-id.com</link>
	<description>Kumpulan Panduan, Tutorial dan Informasi Magnet</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Sep 2011 00:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Menggunakan tar untuk Kompresi File dan Direktori</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 22:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Command]]></category>
		<category><![CDATA[Kompresi]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Command tar salah satunya dapat digunakan di  dalam proses pengarsipan dan pengiriman data ke komputer lain, untuk mempercepat proses, file atau direktori di kompres terlebih dahulu. Kita juga dapat menggabungkan semua direktori ke dalam satu file yang dapat mempermudah banyak tugas pengelolaan sebuah server linux.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Command</em> tar salah satunya dapat digunakan di  dalam proses pengarsipan dan pengiriman data ke komputer lain, untuk mempercepat proses, file atau direktori di kompres terlebih dahulu. Kita juga dapat menggabungkan semua direktori ke dalam satu file yang dapat mempermudah banyak tugas pengelolaan sebuah server linux.</p>
<p><span id="more-1480"></span></p>
<p><em>Command </em>tar berfungsi untuk menyumpan banyak file atau direktori ke dalam 1 buah file <em>archive</em>, dan juga dapat digunakan untuk mengekstrak file / direktori di dalam file <em>archive</em>.</p>
<h2>Membuat, Mengurai, dan Melihat Isi File tar</h2>
<p><em>Command </em>tar memiliki diantaranya memiliki parameter;</p>
<ul>
<li> c, untuk membuat file tar</li>
<li>t,  print out isi dari sebuah file tar</li>
<li> x, mengurai mengekstrak kembali isi dari sebuah file tar</li>
</ul>
<p>Parameter lainnya untuk proses yang lebih <em>advance</em> dapat dipelajari dengan mengetik tar &#8211;help di shell anda.</p>
<p>Contoh perintah tar sederhana;</p>
<pre>tar -cf archive.tar file1 file2  # Membuat archive.tar dari file file1 dan file2.
tar -tvf archive.tar             # Melihat isi dari file archive.tar.
tar -xf archive.tar              # Mengekstrak semua isi file archive.tar.</pre>
<h2>Kompresi dan Verbose</h2>
<p>Berikut parameter yang dapat digunakan untuk keperluan kompresi;</p>
<ul>
<li> f, menentukan file <em>archive</em> mana yang akan digunakan di dalam <em>command</em> tersebut</li>
<li> z , menggunakan zip/gzip untuk melakukan kompresi atau membaca sebuah file<em> archive</em></li>
<li> v, <em>verbose</em> menampilkan proses yang sedang dijalankan oleh <em>command</em> tar</li>
</ul>
<p>Contoh penggunaan;</p>
<pre>tar cvzf foo.tgz *.cc *.h</pre>
<p><em>Command</em> tersebut akan memasukkan semua file berakhiran .cc dan .h ke dalam file <em>archive </em>foo.tgz (f), file tersebut dibuat ketika <em>command</em> dijalankan (c) dengan  menggunakan kompresi (z), dan prosesnya ditampilkan ke layar shell (v).</p>
<pre>tar cvzf foo.tgz cps100</pre>
<p><em>Command </em>di atas akan memasukkan direktori cps100 yang berada di dalam direktori yang sama dengan direktori ketika <em>command </em>dijalankan kedalam file <em>archive</em> bernama foo.tgz (f) yang belum ada sebelumnya (c) dalam format kompresi zip/gzip (z) dan menampilkan prosesnya ke layar (v).</p>
<pre>tar tzf foo.tgz</pre>
<p><em>Command </em>tersebut akan menampilkan daftar file dan direktori (t) di dalam file <em>archive</em> foo.tgz (f) yang menggunakan kompresi (z).</p>
<pre>tar xvzf foo.tgz</pre>
<p><em>Command </em>di atas akan mengekstrak atau mengurai (x) file dan direktori yang berada di dalam file <em>archive </em>foo.tgz (f) yang menggunakan kompresi (z) dan menampilkan prosesnya ke layar (v).</p>
<p>bila kamu ingin membuka tar ke direktori tertentu, rubah menjadi direktori dan gunakan tar. Untuk contoh, membuka tar kediretori tertentu named newdir.</p>
<p>Kita dapat memilih file apasaja yang ingin kita ekstak dengan menuliskan nama file atau menggunakan filter. Contohnya;</p>
<pre>tar xvzf foo.tgz anagram.cc # Mengekstrak file anagram.cc dari dalam file foo.tgz</pre>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://www.cs.duke.edu/~ola/courses/programming/tar.html" target="_blank">http://www.cs.duke.edu/~ola/courses/programming/tar.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/menggunakan-tar-untuk-kompresi-file-dan-direktori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah Dasar Linux untuk Pengelola Server</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/perintah-dasar-linux-untuk-pengelola-server/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/perintah-dasar-linux-untuk-pengelola-server/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 16:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Command]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1469</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini akan memberikan pengenalan terhadap beberapa perintah dasar yang dapat anda manfaatkan untuk mengelola server linux anda melalui Shell. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini akan memberikan pengenalan terhadap beberapa perintah dasar yang dapat anda manfaatkan untuk mengelola server linux anda melalui <em>Shell</em>.</p>
<p><span id="more-1469"></span></p>
<p>Untuk semua perintah linux,  kita dapat menekan tombol &lt;tab&gt; sebanyak dua kali untuk melihat kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya apabila ingin mengetahui command apa saja yang dimulai dengan huruf awal co, maka cukup ketikkan c lalu tekan &lt;tab&gt; dua kali, maka command-command dengan huruf awal co akan muncul.</p>
<pre># co &lt;tab&gt; 2x
col            colrm          comm           compgen        complete       consoletype
colcrt         column         command        compile_et     consolehelper  continue</pre>
<h2>Help</h2>
<p>Masing-masing perintah biasanya memiliki parameter yang dapat kita gunakan, hal ini dapat kita ketahui dengan mudah dengan mengetikkan tambahan (spasi) &#8211;help di perintah yang ingin kita pelajari lebih lanjut.</p>
<pre class="brush: bash"># ps --help
********* simple selection *********  ********* selection by list *********
-A all processes                      -C by command name
-N negate selection                   -G by real group ID (supports names)
-a all w/ tty except session leaders  -U by real user ID (supports names)
...
dan seterusnya</pre>
<h2>Pipe(|)</h2>
<p>Pipe (|) dapat digunakan untuk mengkombinasikan dua atau lebih perintah demi mencapai output yang kita inginkan, perintah yang berbeda tersebut cukup dipisahkan dengan symbol &#8220;|&#8221;.</p>
<p>Contohnya apabila kita ingin memecah output yang kita dapat dari perintah listing (ls) yang lebih dari satu halaman, kita dapat menggunakan perintah more, hal ini akan menghentikan tampilan perhalaman. Atau kita ingin melakukan filter output dari ps, misalnya hanya ingin menampilkan baris yang memiliki kata nginx, dapat dilakukan dengan menggunakan grep;</p>
<pre class="brush: bash"># ps aux | grep nginx
root     10148  0.0  0.3  42948  1012 ?        Ss   21:42   0:00 nginx: master process /usr/local/sbin/nginx
nobody   10149  0.0  0.8  43848  2316 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10150  0.0  0.8  43716  2196 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10151  0.0  0.9  43956  2424 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10152  0.0  0.5  43324  1444 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10153  0.0  0.8  44120  2308 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
root     11328  0.0  0.2   5996   540 pts/0    R+   22:41   0:00 grep nginx</pre>
<h2>df</h2>
<p>Digunakan untuk melihat informasi filesystem pada setiap partisi. Namun yang biasa digunakan adalah df -h karena tampilannya mudah dimengerti oleh kita, beberapa parameter lain dapat dimanfaatkan untuk merubah preferensi yang anda inginkan.</p>
<pre class="brush: bash"># df -h
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1              40G   17G   21G  46% /
varrun                 512M   84K  512M   1% /var/run
varlock                512M     0  512M   0% /var/lock
udev                   512M   16K  512M   1% /dev
devshm               512M     0  512M   0% /dev/shm
none                   512M     0  512M   0% /dev/shm</pre>
<h2>ps</h2>
<p>ps adalah perintah yang digunakan jika kita perlu mengecek proses yang berjalan pada server. Contoh perintah ps dasar adalah ps -aux, karena semua proses yang berjalan akan tampil.  Bila kita hanya ingin melihat suatu proses (misalnya apache), maka gunakan perintah ps -aux | grep apache.</p>
<h2>top</h2>
<p>Menampilkan statistik sistem dan detil terhadap proses di server yang aktif.</p>
<h2>w</h2>
<p>Untuk melihat siapa saja yang sedang login pada server</p>
<h2>netstat</h2>
<p>Menampilkan ringkasan koneksi network dan status socket yang sedang berjalan di server. Kita dapat mengkhususkan ke port tertentu (misalnya port 80), maka perintah yang dapat digunakan adalah netstat | grep :80</p>
<h2>yum / apt-get</h2>
<p>yum merupakan perintah manipulasi paket yang biasanya digunakan oleh distribusi linux berbasis rpm seperti Redhat, CentOS dan Fedora, sementara apt-get digunakan oleh distribusi linux berbasis debian seperti Debian dan Ubuntu. Manipulasi file dengan package management akan sangat tergantung kepada distribusi linux yang digunakan.</p>
<p>Untuk menginstall atau update paket, dapat menggunakan perintah:</p>
<pre>yum install &lt;nama paket&gt;
apt-get install &lt;nama paket&gt;</pre>
<p>Atau kalau kita perlu mengupdate packet, dapat gunakan perintah:</p>
<pre>yum update &lt;nama paket&gt;</pre>
<p>Atau untuk mencari paket yang tersedia sesuai dengan keyword yang kita masukkan dapat dilakukan dengan cara;</p>
<pre>yum search keyword</pre>
<h2>free</h2>
<p>Digunakan untuk melihat sisa memory dan swap yang terpakai, umumnya digunakan free -m yaitu mengecek memory dengan satuan MB. Contoh penggunaan:</p>
<pre class="brush: bash"># free -m
total       used       free     shared    buffers     cached
Mem:          1024        387        636          0        154         98
-/+ buffers/cache:        135        888
Swap:         2047          0       2047</pre>
<h2>wget</h2>
<p>Dapat digunakan untuk mendownload file, grab website, mirroring,dll. Berikut contoh-contoh penggunaannya</p>
<p>Mendownload file dari server:</p>
<pre class="brush: bash">wget http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt</pre>
<p>Mendownload dengan sistem meresume file:</p>
<pre class="brush: bash">wget -c http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt</pre>
<p>Mendownload dan dijadikan background, sehingga kita bisa mengerjakan yang lain sementara file didownload:</p>
<pre class="brush: bash">wget -b http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt</pre>
<h2>kill</h2>
<p>Seperti namanya, command ini digunakan untuk membunuh atau menghentikan sebuah proses. Biasanya sebelum menggunakan kill, maka terlebih dahulu kita menjalankan perintah ps untuk melihat ID proses yang ingin dikill.</p>
<pre class="brush: bash">$ ps aux | grep apache2
www-data  9576  0.0  0.2  11272  2156 ?        S    Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data  9577  0.0  0.1  11456  2020 ?        S    Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data  9578  0.0  0.3 185916  3588 ?        Sl   Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data 10523  0.0  0.3 185912  3596 ?        Sl   Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start</pre>
<p>Lalu untuk menghentikan prosesnya, kita mengetikkan command kill disertai -9 [yang berarti eksekusi] dan PID IDnya:</p>
<pre class="brush: bash">kill -9 1537</pre>
<h2>ifconfig</h2>
<p>Perintah ini digunakan untuk melihat konfigurasi IP yang sudah ada pada network interface yang ada dalam server kita. Perintah ifconfig juga dapat dipakai untuk menentukan alamat IP dan netmask pada suatu interface. Contoh penggunaan ifconfig untuk melihat konfigurasi ethernet tertentu;</p>
<pre class="brush: bash"># ifconfig -eth0
eth0    Link encap:Ethernet  HWaddr aa:00:21:fa:62:01
inet addr:117.103.xx.xxx  Bcast:117.103.xx.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::a800:21ff:fefa:6201/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:3052329 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:123389 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:895150664 (853.6 MB)  TX bytes:20386246 (19.4 MB)</pre>
<h2>last</h2>
<p>Perintah ini digunakan untuk melihat orang yang login terakhir.</p>
<pre class="brush: bash"># last
test   pts/0        117.103.52.34    Mon Sep  7 15:37   still logged in</pre>
<h2>locate</h2>
<p>Digunakan untuk mencari file berdasarkan nama file atau berdasarkan keyword.</p>
<pre>locate &lt;nama file&gt;</pre>
<h2>tail</h2>
<p>Digunakan untuk menampilkan potongan akhir file.</p>
<pre class="brush: bash">tail /var/log/messages #melihat 10 baris terakhir dari /var/log/messages
tail -f /var/log/messages # melihat line dari /var/log/messages secara terus menerus</pre>
<h2>ping</h2>
<p>Sama seperti windows, linux juga dapat mengecek komunikasi antar komputer dalam sebuah jaringan melalui protokol TCP/IP.</p>
<pre class="brush: bash">ping ip.address.atau.hostname</pre>
<h2>traceroute</h2>
<p>Traceroute biasa digunakan untuk mengetest koneksi link terhadap suatu server. Perintah ini akan menampilkan routing paket TCP/IP dari host kita ke host yang dituju.</p>
<pre class="brush: bash">traceroute ip.address.atau.hostname</pre>
<h2>shutdown</h2>
<p>Perintah ini digunakan untuk mematikan atau mereboot sistem.</p>
<pre class="brush: bash">shutdown -r now # akan melakukan restart</pre>
<p>Bila kita ingin mematikan server, maka commandnya adalah:</p>
<pre class="brush: bash">shutdown -h now</pre>
<h2>pwd</h2>
<p>Digunakan untuk melihat kita berada di direktori mana.</p>
<pre class="brush: bash">#pwd
/home/test</pre>
<p>Berarti kita berada di folder /home/test</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://www.reallylinux.com/docs/admin.shtml" target="_blank">http://www.reallylinux.com/docs/admin.shtml</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/perintah-dasar-linux-untuk-pengelola-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengolah Teks dengan Editor Vi</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/mengolah-teks-dengan-editor-vi/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/mengolah-teks-dengan-editor-vi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 19:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Editor]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>
		<category><![CDATA[Teks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1458</guid>
		<description><![CDATA[Vi merupakan program untuk melakukan pengelolaan teks yang standar terinstall pada semua distribusi Linux. Artikel ini akan memberikan panduan bagi anda yang baru mulai menggunakan vi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Vi merupakan program untuk melakukan pengelolaan teks yang standar terinstall pada semua distribusi Linux. Artikel ini akan memberikan panduan bagi anda yang baru mulai menggunakan vi.</p>
<p><span id="more-1458"></span></p>
<h2>Moda Operasi Vi</h2>
<p>Pada vi ini terdapat 2 buah moda operasi yaitu;</p>
<ul>
<li> Moda Perintah / <em>command</em></li>
<li> Moda Tulis</li>
</ul>
<p>Dalam moda perintah kita dapat menjalankan perintah yang tersedia untuk mempermudah kita mengedit atau melakukan suatu aksi pada file teks yang sedang kita buka. Sementara dalam moda tulis kita dapat menambahkan atau mengurangi teks ke dalam file tersebut.</p>
<p>Pertama kali dibuka vi akan berjalan pada moda perintah dan siap menerima perintah yang kita berikan, contohnya dapat anda lihat dibawah.</p>
<p>Berikut ini akan dijelaskan juga perintah-perintah yang ada pada modus perintah didalam editor vi.</p>
<h2>Membuka dan Menutup File Teks</h2>
<p>Membuka file teks dengan vi dapat dilakukan melalui perintah sederhana;</p>
<pre class="brush: bash">vi namafile</pre>
<p>Sementara untuk menutup file teks dapat dilakukan melalui perintah-perintah berikut;</p>
<p>Untuk menutup editor gunakan perintah yang terdapat didalam editor vi. Menuliskan perintah biasanya didahului dengan titik dua (:), dan diakhiri dengan &lt;Return&gt; atau tombol &lt;Enter&gt;. Berikut ini beberapa contoh perintah, perintah-perintah berikut dapat dijalankan pada moda perintah, apabila sebelumnya kita berada pada moda tulis, cukup tekan tombol Escape &lt;Esc&gt; untuk masuk ke moda perintah;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-7-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-7">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">:x</td><td class="column-2">Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">:q</td><td class="column-2">Untuk keluar dari vi, apabila ada perubahan yang belum disimpan, perintah ini tidak dapat dijalankan sebelum perubahan tersebut ditulis ke file (:w)</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">:wq</td><td class="column-2">Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">:q!</td><td class="column-2">Untuk keluar dari vi dan mengabaikan perubahan yang sudah dibuat sebelumnya</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Menambah, Mengubah, dan Menghapus Teks</h2>
<p>Apabila kita ingin mengedit file, kita harus terlebih dahulu masuk ke moda tulis dan keluar dari moda perintah, berikut beberapa contoh perintah yang memungkinkan kita melakukan perubahan pada sebuah file teks;</p>
<p><strong>Menambah Teks<br />
</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-8-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-8">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">i</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sebelum kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">I</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sebelum kursor dan menempatkan kursor di awal baris</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">a</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sesudah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">A</td><td class="column-2">Menyisipkan teks sesudah kursor dan menempatkan kursor di akhir baris</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p>Perintah diatas akan aktif sampai kita menekan tombol &lt;Esc&gt; untuk kembali ke moda perintah.</p>
<p><strong>Merubah Teks</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-9-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-9">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">r</td><td class="column-2">Merubah satu karakter sebelum kursor, tidak perlu diakhiri dengan tombol <esc></td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">R</td><td class="column-2">Merubah karakter dimulai dari kursor, harus diakhiri dengan tombol <esc></td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p><strong>Menghapus Teks</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-10-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-10">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">x</td><td class="column-2">Menghapus satu karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">Nx</td><td class="column-2">Menghapus sejumlah (N) karakter dimulai dari karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">dw</td><td class="column-2">Menghapus satu kata dimulai dari karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">dNw</td><td class="column-2">Menghapus sejumlah (N) kata dimulai dari karakter setelah kursor</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">dd</td><td class="column-2">Menghapus satu baris, baris tempat kursor berada</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">dNd atau Ndd</td><td class="column-2">Menghapus sejumlah (N) baris dimulai dari baris tempat kursor berada</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Perintah Lain</h2>
<p>Berikut adalah contoh perintah lain yang sering digunakan dan bisa sangat berguna dalam melakukan pengolahan file teks;</p>
<p><strong>Pencarian Teks</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-11-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-11">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">/kata</td><td class="column-2">Mencari keberadaan "kata" ke teks setelah kursor, kursor akan berhenti ke "kata" pertama yang ditemukan</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">?kata</td><td class="column-2">Mencari keberadaan "kata" ke teks sebelum kursor, kursor akan berhenti ke "kata" pertama yang ditemukan</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p><strong>Menghitung Baris</strong></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-12-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-12">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Perintah</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">:.</td><td class="column-2">Memeriksa kursor kita berada di baris keberapa</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">:=</td><td class="column-2">Memeriksa jumlah baris pada sebuah file teks</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">^g (Ctrl +g)</td><td class="column-2">Memunculkan keterangan nama file yang sedang kita buka, informasi baris kursor, informasi jumlah baris file, dll</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">:set number</td><td class="column-2">Memunculkan Line Number di sebelah kiri editor</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">:N</td><td class="column-2">Meletakkan kursor ke baris ke (N) di dalam file teks</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://staff.washington.edu/rells/R110/" target="_blank">http://staff.washington.edu/rells/R110/</a></li>
<li><a  href="http://www.cs.colostate.edu/helpdocs/vi.html">http://www.cs.colostate.edu/helpdocs/vi.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/mengolah-teks-dengan-editor-vi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manipulasi File dan Direktori pada Linux dengan Menggunakan Shell</title>
		<link>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/manipulasi-file-dan-direktori-pada-linux-dengan-menggunakan-shell/</link>
		<comments>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/manipulasi-file-dan-direktori-pada-linux-dengan-menggunakan-shell/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 05:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Magnet Hosting</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Server Linux]]></category>
		<category><![CDATA[File]]></category>
		<category><![CDATA[Shell]]></category>
		<category><![CDATA[SSH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikel.magnet-id.com/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini merupakan petunjuk untuk pemula dan hanya memperkenalkan dasar-dasar perintah dan pengelolaan File dan Direktori pada mesin linux dengan menggunakan perintah shell cp, mv, mkdir dan rm.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini merupakan petunjuk untuk pemula dan hanya memperkenalkan dasar-dasar perintah dan pengelolaan File dan Direktori pada mesin linux dengan menggunakan perintah shell cp, mv, mkdir dan rm.</p>
<p><span id="more-1425"></span></p>
<p><a  href="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/09/gnome-terminal.png" class="thickbox no_icon" rel="gallery-1425" title="gnome-terminal"><img class="alignleft size-full wp-image-1428" title="gnome-terminal" src="http://artikel.magnet-id.com/wp-content/uploads/2009/09/gnome-terminal.png" alt="gnome-terminal" width="128" height="128" /></a>Artikel ini akan memperkenalkan perintah cp untuk mengkopi file dan direktori (<em>copy</em>), mv untuk memindahkan file dan direktori (<em>move</em>),  rm untuk menghapus file dan direktori (<em>remove</em>), dan mkdir untuk membuat direktori <em>(mkdir</em>).</p>
<p>Mohon diperhatikan bahwa artikel ini bersifat pengenalan, sehingga untuk memahami secara keseluruhan  hal-hal apa yang bisa dilakukan dengan perintah tersebut di atas, anda harus melakukan eksplorasi lebih dalam.</p>
<p>Perintah-perintah dasar tersebut sangat umum digunakan apabila anda ingin mulai melakukan pengelolaan server linux melalui shell. Anda harus terlebih dahulu login dan terhubung dengan server anda misalnya melalui protokol SSH dengan menggunakan <em>Putty</em>.</p>
<h2>Wildcard</h2>
<p>Perintah shell memiliki fitur untuk mengelompokkan file ataupun direktori dengan menggunakan karakter tertentu yang disebut <em>wildcard</em>, <em>wildcard</em> dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melakukan filtering terhadap file atau direktori yang ingin kita kelompokkan dan dapat berlaku pada perintah selain perintah di atas.</p>
<p>Berikut adalah beberapa <em>wildcard </em>dasar yang sering digunakan, dan dikenal secara luas;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-1-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-1">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Wildcard</th><th class="column-2">Deskripsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">*</td><td class="column-2">match untuk semua karakter</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">?</td><td class="column-2">match untuk 1 karakter</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">[karakter]</td><td class="column-2">match karakter yang merupakan set fungsi bagian dari character class seperti [:alnum:] untuk alpha numeric character, [:alpha:] untuk alphabetic character, [:digit:] untuk numeral, [:upper:] dan [:lower:] untuk Uppercase dan Lowercase character, Class Posix Character dapat dipelajari lebih lanjut melalui link http://www.regular-expressions.info/posixbrackets.html.</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p>Berikut contoh penggunaan dan fungsinya;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-2-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-2">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">*</td><td class="column-2">semua nama file</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">*.html</td><td class="column-2">semua nama file yang berakhiran .html</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">b*</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan karakter b</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">b*.txt</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan karakter b dan berakhir dengan .txt</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">Data???</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan "Data" dan memiliki akhiran 3 karakter jenis apapun, misalnya Data123, Datayyy</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">[abc]*</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan a atau b atau c dan berakhiran apapun, misalnya ayyy.txt, cddd.html</td>
	</tr>
	<tr class="row-8 even">
		<td class="column-1">[[:upper:]]*</td><td class="column-2">semua nama file yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya Data.com, Xyz.txt</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<p>Anda dapat menggunakan wildcard pada semua perintah shell yang menerima nama file sebagai salah satu parameter.</p>
<blockquote><p>Perhatikan bahwa penamaan file dan lain-lain di dalam linux umumnya adalah case sensitive, artinya Abcd.txt tidak sama dengan abcd.txt</p></blockquote>
<h2>Copy (cp)</h2>
<p>Perintah cp akan mengkopi file dan direktori, contoh sederhana adalah mengkopi file1 (eksisting)  ke file2 (baru) di dalam direktori yang sama;</p>
<pre class="brush: bash">cp file1 file2</pre>
<p>Contoh kita ingin mengkopi banyak file ke sebuah direktori, file1 file2 dan file3 adalah file eksisting yang akan kita kopi ke direktori /path/ke/direktori;</p>
<pre class="brush: bash">cp file1 file2 file3 /path/ke/direktori/
cp f* /path/ke/direktori/</pre>
<p>Contoh yang kedua akan  mengkopi semua file yang diawali dengan karakter &#8220;f&#8221; ke direktori yang ditentukan.</p>
<p>Contoh penggunaan cp dengan opsi dasar beserta kegunaannya;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-3-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-3">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">cp file1 file2</td><td class="column-2">Mengkopi isi file1 ke file2, apabila file2 tidak ada akan dibuat baru, apabila sudah ada akan di overwrite</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">cp -i file1 file2</td><td class="column-2">Menggunakan perintah cp dengan option interaktif, misalnya file2 sudah ada akan ditanya terlebih dahulu apakah akan melakukan overwrite atau tidak</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">cp -R dir1 dir2</td><td class="column-2">Mengkopi semua file yang berada di dalam dir1, apabila dir2 tidak ada maka akan dibuat, apabila dir2 sudah ada akan dibuat direktori dir1 di dalam dir2</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">cp -Rv dir1/* dir2/</td><td class="column-2">Mengkopi secara recursive semua file dan direktori di dalam dir1 ke dalam dir2 dan tidak membuat dir1 di dalam dir2 apabila dir2 sudah ada</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Move (mv)</h2>
<p>Perintah move dapat melakukan dua hal tergantung penggunaan;</p>
<ul>
<li>Memindahkan file atau direktori</li>
<li>Melakukan rename file atau direktori</li>
</ul>
<p>Kedua contoh berikut menggambarkan penggunaan yang berbeda;</p>
<pre class="brush: bash">mv file1 file2
mv file1 file2 file3 direktori</pre>
<p>Perintah pertama akan memindahkan file1 menjadi file2, apabila file2 belum ada akan dibuat, apabila sudah ada akan dioverwrite, setelah perintah pertama dijalankan file1 akan hilang (rename). Perintah kedua akan memindahkan file1 file2 dan file3 ke dalam direktori &#8220;direktori&#8221;, file1 file2 dan file3 akan hilang setelah perintah ini dijalankan, karena telah dipindahkan ke dalam direktori &#8220;direktori&#8221;.</p>
<p>Berikut contoh penggunaan perintah mv dengan beberapa opsi dasar;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-4-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-4">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">mv file1 file2</td><td class="column-2">Apabila file2 belum ada akan dibuat, apabila sudah ada akan dioverwrite dengan file1</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">mv -i file1 file2</td><td class="column-2">Mengaktifkan fungsi interaktif, apabila file2 sudah ada akan dikonfirmasi terlebih dahulu apakah akan dilakukan overwrite</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">mv *.html dir1</td><td class="column-2">Memindahkan semua file berakhiran .html ke dalam dir1, apabila dir1 tidak ada perintah akan memberikan pesan error</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">mv dir1 dir2</td><td class="column-2">Apabila dir2 belum ada maka semua dir1 akan berubah menjadi dir2 (renamed), apabila dir2 sudah ada maka direktori dir1 akan dipindahkan ke dalam direktori dir2 menjadi dir2/dir1</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Remove (rm)</h2>
<p>Perintah rm sangat sederhana melakukan remove file atau direktori (menghapus), berikut dua contoh penggunaan perintah rm;</p>
<pre class="brush: bash">rm file1</pre>
<p>Perintah tersebut akan menghapus file1, anda akan dikonfirmasi terlebih dahulu (Yes/No) atau perintah akan error apabila file1 tidak ada.</p>
<pre class="brush: bash">rm -r dir1</pre>
<p>Perintah tersebut akan menghapus dir1 secara recursive, artinya semua file dan direktori yang berada di dalam dir1 akan dihapus juga.</p>
<p>Berikut contoh penggunaan perintah rm dengan beberapa opsi dasar;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-5-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-5">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">rm file1 file2</td><td class="column-2">Menghapus file1 dan file2, akan error apabila file1 atau file2 tidak ada</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">rm -r dir1 dir2</td><td class="column-2">Menghapus direktori dir1 dan dir2 secara recursive</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">rm -rf dir1</td><td class="column-2">Menghapus direktori dir1 dan dir2 secara recursive dengan opsi force (f) anda tidak akan diberikan error apabila dir1 tidak ada dan tidak akan dikonfirmasi mengenai penghapusan file</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">rm -f dir1/*.txt</td><td class="column-2">Menghapus semua file berakhiran .txt di dalam direktori dir1 dengan opsi force (f)</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<blockquote><p>Linux tidak mengenal perintah undelete, dan proses recovery untuk file yang sudah dihapus di linux adalah tidak mungkin untuk dilakukan, perintah sederhana ini dapat berakibat fatal apabila tidak berhati-hati menggunakannya.</p></blockquote>
<h2>Make Directory (mkdir)</h2>
<p>Perintah mkdir berguna untuk membuat direktori, berikut contoh penggunaannya;</p>
<pre class="brush: bash">mkdir dir1</pre>
<p>Perintah tersebut di atas akan membuat direktori dengan nama dir1 di dalam <em>working directory</em> kita saat ini.</p>
<p>Berikut contoh penggunaan perintah mkdir dengan beberapa opsi dasar;</p>

<table id="wp-table-reloaded-id-6-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-6">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Contoh</th><th class="column-2">Fungsi</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">mkdir dir1</td><td class="column-2">Membuat direktori dir1</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">mkdir /dir1/dir2</td><td class="column-2">Membuat direktori dir2 di dalam direktori dir1, akan error apabila dir1 belum ada</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">mkdir -p /dir1/dir2/dir3/dir4</td><td class="column-2">Sekaligus membuat parent directory (p), sehingga meskipun direktori dir1 dir2 dan dir3 belum ada akan dibuat melalui perintah ini</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li><a  href="http://gd.tuwien.ac.at/linuxcommand.org/lts0050.php" target="_blank">http://gd.tuwien.ac.at/linuxcommand.org/lts0050.php</a></li>
<li><a  href="http://www.regular-expressions.info/posixbrackets.html" target="_blank">http://www.regular-expressions.info/posixbrackets.html</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikel.magnet-id.com/pengelolaan-linux/manipulasi-file-dan-direktori-pada-linux-dengan-menggunakan-shell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

